Jumat 08 Februari 2019, 10:55 WIB

Dua Kali Guguran Lava Meluncur dari Gunung Merapi

Antara | Nusantara
Dua Kali Guguran Lava Meluncur dari Gunung Merapi

MI//Djoko Sardjono
Gunung Merapi kembali meletus, Minggu (20/4).

 

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava meluncur dari Gunung Merapi pada Jumat (8/2).

Melalui akun twitter BPPTKG yang dipantau Antara di Yogyakarta, berdasarkan data seismik, pada Jumat pukul 00.00-06.00 WIB, di gunung api itu tercatat 13 kali guguran dengan durasi 16-77 detik.        
 
Selanjutnya, dua kali kejadian guguran lava teramati meluncur dari Gunung Merapi ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200-750 meter.
        
Sementara cuaca di kawasan Gunung Merapi pada Jumat pagi mendung dengan suhu udara berkisar 21,1 derajat Celsius, kelembaban udara 90% RH, angin tenang, dan tekanan udara 919,1 Hpa.

Baca juga: Awan Panas Gunung Merapi Meluncur 2 Kilometer

Sebelumnya, pada Kamis (7/2) petang, BPPTKG menyebutkan awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pada pukul 18.28 WIB dengan jarak luncur 2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol. Awan panas guguran itu meluncur dengan amplitudo 70 dan memiliki durasi 215 detik.
       
Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Kamis (7/2) malam, menyatakan awan panas guguran tersebut masih tergolong kecil seperti awan panas guguran yang keluar dari Gunung Merapi pada 29 Januari 2019.
       
"Kurang lebih masih sama dengan sebelumnya (awan panas guguran pada 29 Januari 2019)," kata Hanik.
       
Hanik juga menegaskan bahwa status gunung api teraktif di Indonesia itu masih pada level II atau waspada. 

"Status masih waspada dan jarak aman 3 kilometer dari puncak. Masih belum berubah," kata Hanik Humaida.
       
Menurut analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava gunung itu telah mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.
      
Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari. (OL-3)

Baca Juga

MI/Susanto

Gubernur Sumatra Barat Ajukan PSBB

👤Yose Hendra 🕔Jumat 10 April 2020, 16:36 WIB
Irwan mengatakan, perkiraan puncak penyebaran virus korona di Sumbar terjadi di...
Antara

Uskup Manado Berikan Penguatan untuk Umat saat Jumat Agung

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 16:36 WIB
Tuhan akan membalikkan tragedi kesengsaraan, karena itu sudah dimulai oleh Yesus sendiri, dan ditunjukkannya pada kebangkitannya nanti pada...
Antara

Gubernur Babel belum Ikut Anies Terapkan PSBB

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 10 April 2020, 14:42 WIB
Sebab, menurut Erzaldi, jumlah pasien positif virus korona atau covid-19 di Babel belum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya