Jumat 08 Februari 2019, 07:00 WIB

Inggris Yakin tidak Terjebak Klausul Backstop

(AFP/Ant/Yan/I-2) | Internasional
Inggris Yakin tidak Terjebak Klausul Backstop

AFP

 

PERDANA Menteri Inggris Theresa May menegaskan, Inggris tidak akan terjebak dalam klausul backstop. Rencana untuk menghindari pengecekan perbatasan Irlandia ataupun kesepakatan perdagangan Inggris-Uni Eropa bisa mendapatkan solusi.

Dia mengatakan kesepakatan tersebut harus diubah jika ingin memenangkan dukungan anggota parlemen yang mendesaknya agar mencari alternatif lain. Namun, Uni Eropa telah berulang kali mengabaikan keinginan May untuk mengubah perjanjian Brexit.

Sebelumnya, kunjungan terakhir May diwarnai pertengkaran dengan Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk. Saat itu, Tusk mengatakan ada tempat khusus di neraka bagi mereka yang berkampanye untuk Brexit tanpa kesepakatan. Anggota parlemen yang mendukung referendum marah dengan komentar Tusk dan menuduhnya arogan.

David Lidington, menteri yang dipandang sebagai orang kedua May, mengatakan komentar Tusk bukan diplomasi paling cemerlang di dunia. "Saya pikir Tusk berlebihan kemarin, tapi saya tidak berpikir hal itu akan mengurangi apa yang saya harapkan bakal menjadi diskusi yang dewasa yang sopan serta masuk akal antara para pemimpin Uni Eropa," kata Lidington kepada BBC Radio 4's Today, kemarin.

Sementara itu, juru kampanye kenamaan Brexit dan mantan pemimpin populis Partai Kemerdekaan Inggris, Niger Farage, menambahkan cercaan terhadap komentar Tusk. "Setelah Brexit, kami akan terbebas dari perunding congkak seperti Anda dan mengelola negara kami sendiri."

Pemimpin Majelis Andrea Leadsom mengatakan Tusk mesti minta maaf. "Itu sangat tercela, dan sama sekali tidak bisa diterima," kata Leadsom. Namun, tidak semua orang mencela Tusk. Mary Lou McDonald, Presiden partai terbesar kedua di Irlandia Utara, Sinn Fein, justru mendukung pernyataan Tusk.

"Anda takkan meyakinkan saya bahwa semua yang Tusk katakan dapat memperkuat posisi Boris Johnson atau Rees-Moggs di dunia ini. Ada orang yang telah bereaksi dengan penghinaan mutlak buat negeri ini, mengutarakan ketidakpedulian bagi proses perdamaian yang telah dibangun secara bersama," ujarnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More