Kamis 07 Februari 2019, 15:30 WIB

Terancam Kekeringan, Ribuan Bayi Flamingo Dipindahkan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Terancam Kekeringan, Ribuan Bayi Flamingo Dipindahkan

Ist

 

DI bawah sinar lampu merah yang hangat, 2.000 bayi flamingo mendapat perawatan khusus. Ribuan bayi flamingo dibawa ke pusat penyelamatan di Cape Town, Afrika Selatan, setelah ditinggalkan induk mereka ketika air bendungan semakin mengering.

Sebuah pengangkutan udara khusus disiapkan untuk ribuan bayi flamingo. Kekeringan yang melanda Afrika Selatan, mengancam ekosistem spesies burung tersebut. Reservoir yang menampung salah satu populasi flamingo terbesar di Afrika Selatan, mulai tidak kondusif.

Manajer rehabilitasi di Yayasan Afrika Selatan untuk Konservasi Burung-Burung Pesisir Cape Town (SANCCOB), Nicky Stander, mengatakan pihaknya segera mengambil tindakan ketika mendengar berita penelantaran ribuan bayi flamingo pada bulan lalu.

"Tugas kami untuk merehabilitasi. Tujuannya adalah melepaskan kembali ke alam liar. Kami memiliki fasilitas yang sangat besar, sehingga dapat berkontribusi pada penyelamatan ribuan flamingo," papar Stander.

Baca juga: Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Raih Penghargaan dari UEA

"Seiring berjalannya waktu, mereka akan tumbuh. Kami harus menyesuaikan metode penampungan. Sekaligus memastikan mereka mempunyai ruang berlari dengan bebas, sehingga dapat melatih kaki mereka," imbuhnya.

Afrika Selatan menghadapi musim kemarau panjang yang parah. Pemerintah akan mengumumkan 'hari nol', ketika tingkat bendungan menjadi sangat rendah. Otoritas berwenang akan mematikan aliran keran di Cape Town. Warga pun harus mengambil air di titik penampungan air publik.

Gagasan apokaliptik tersebut memicu aksi penimbunan air dan kepanikan massal. Di lain sisi, warga harus mengurangi penggunaan air dengan drastis. Namun, tetap saja dampak kekeringan masih terasa.

Relokasi 2.000 bayi flamingo dari Bendungan Kamfers di Northern Cape ke sejumlah lokasi, termasuk Cape Town, menarik perhatian publik di Afrika Selatan. Sejumlah pakar konservasi mempertanyakan keputusan intervensi tersebut.

"Ribuan anak burung yang menawan itu sepertinya dibiarkan terlantar dan mati oleh induknya. Setelah melihat air bendungan semakin mengering," ujar CEO BirdLife Afrika Selatan, Mark Anderson.

"Akan tetapi, apakah keputusan untuk memindahkan bayi burung dan telur yang ditinggalkan, sudah benar? Siapa yang membuat keputusan tersebut? Di bawah otoritas apa dan terkait keahlian apa?" tukasnya.

Di SANCCOB, sukarelawan Leslie Ernst mengatakan seluruh tim bertekad melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan ribuan bayi flamingo.

"Perasaan mereka sungguh halus. Setiap kali saya tidur, saya masih merasakannya kehangatannya. Saya pikir kita semua menjadi keibuan saat merawat mereka semua," tuturnya. (Theguardian/OL-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Departemen Pemilu Singapura dalami Dugaan Kecurangan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:00 WIB
Departemen Pemilihan Umum (ELD) Singapura mengungkapkan, mengetahui adanya unggahan daring oleh seorang pemilih yang menyebutkan ada...
AFP/Ozan Koze

UNESCO Imbau Turki tak Ubah Museum Hagia Sophia jadi Masjid

👤Insi Nantika jelita 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:44 WIB
Hagia Sophia awalnya merupakan katedral kemudian menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul. Lalu dicantumkan sebagai situs Warisan Dunia...
AFP

Kasus Covid-19 Melonjak, Hong Kong Kembali Tutup Sekolah

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 10 Juli 2020, 18:26 WIB
Terdapat 34 kasus baru covid-19 dengan transmisi lokal pada Kamis (10/7) waktu setempat. Mulai Senin depan, seluruh sekolah di Hong Kong...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya