Mencumbui Honda Forza Sejauh 437 Km

Penulis: Tjahyo Utomo Pada: Senin, 04 Feb 2019, 17:55 WIB Otomotif
Mencumbui Honda Forza Sejauh 437 Km

MI/Tjahjo
Honda Forza

RASANYA kurang afdol jika mengetes Honda Forza di jalanan ibukota. Maka rute Geo Park Ciletuh melalui jalur Cianten-Cikidang yang terkenal dengan kontur jalanan khas pegunungan pun jadi pilihan menguji Honda Forza. 

Tepat pukul 04.00 WIB, Sabtu (26/1), setelah mengenakan kelengkapan berkendara yang aman seperti helm fullface, jaket, sarung tangan dan body protector, Media Indonesia mengarahkan kemudi Honda Forza menyusuri jalan raya Parung Bogor. Jalanan yang masih sepi dan  trek lurus cukup menggoda tangan kanan memutar grip akselerator dan Honda Forza yang berbekal sistem suplai BBM fuel injection ini melesat dengan lembut. Memang jika dibandingkan dengan Yamaha XMax, tarikan Honda Forza lebih lembut namun tetap bertenaga.  Tak terasa angka di speedometer menunjuk 120 km/jam dan pengendalian motor masih dalam batas aman.

Perjalanan pun berlanjut menuju ke Cianten melalui Dramaga, Bogor. Hujan pun mulai turun dengan lebat namun berkat wind screen yang bisa dinaik-turunkan dengan menekan tombol di grip setang kiri, siraman air hujan ke badan bisa sedikit tereliminasi.

Perjalanan menuju Cianten ternyata memberi tantangan tersendiri yaitu masih banyak jalanan rusak. Suspensi teleskopik di bagian depan dan swing arm bersuspensi ganda memang terasa agak sedikit keras namun mampu meredam keritingnya jalanan aspal yang mengelupas.

Cuaca kembali cerah saat melintasi Perkebunan Teh Cianten. Suguhan pemandangan hijau kebun teh menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan perjalanan mengarah Cikidang, Sukabumi yang merupakan jalur alternatif favorit para biker untuk menuju Pelabuhan Ratu. Jalur ini tergolong eksteim karena menyajikan suguhan tikungan tajam dan tanjakan curam.

Suguhan jalanan berkelok di daerah Cikidang ini pun memacu adrenalin untuk mencoba seluruh kemampuan yang dimiliki Honda Forza. Sesekali Media Indonesia memaksa Honda Forza mengikuti race line tikungan tajam dengan kecepatan tinggi.  Aksi nikung rebah ini semakin mengasyikan lantaran tenaga mesin Honda Forza selalu tersedia saat melibas tikungan. Berdasarkan spesifikasi mesin Honda Forza 250 ini mampu menyemburkan daya maksimum 17,3 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 24 Nm pada 6.250 rpm.

Tak terasa, perjalanan pun sampai di wilayah Bagbagan, Sukabumi dan tersisa 35 km menuju kawasan Geo Park Ciletuh melalui jalur baru. Namun karena terlalu asyik melesatkan laju motor membuat mengarah ke jalur lama menuju Ujung Genteng, bukan ke jalur baru.

Meskipun menjauh, justru sensasi mengendarai Honda  Forza semakin merasuk jiwa. Bagaimana tidak, jalur lama menawarkan sensasi tikungan dan tanjakan yang tidak setajam wilayah Cikidang, jalanan relatif lebar dan cenderung sepi. Beberapa kali Media Indonesia mencoba melakukan  late braking sesaat akan memasuki tikungan dan segera memelintir grip akselerator ketika sudah berada di tikungan. Sistem pengereman antilock braking system (ABS) mumpuni untuk mengendalikan Honda Forza tidak keluar dari race line.

Lantas kenapa begitu yakin nikung rebah? Honda Forza yang didatangkan AHM dari Thailand ini sudah disematkan teknologi yang diberi label HSTC atau Honda Selectable Torque Control. Fitur ini merupakan teknologi yang biasa dipasang di beberapa moge Honda, seperti Honda CRF1000L Africa Twin, Honda Gold Wing, dan CBR1000RR. Teknologi pengontrol torsi ini untuk pertama kali disematkan pada skutik Honda. HSTC sendiri berfungsi untuk membatasi torsi motor tatkala mendeteksi adanya perbedaan kecepatan putaran antara ban depan dan belakang, sehingga bisa mencegah ban selip.

Akhirnya Media Indonesia pun tiba di wilayah Geo Park Ciletuh yang menawarkan banyak spot wisata mulai dari Puncak Darma hingga Curug Cisodong. Kehadiran Honda Forza di Geo Park Ciletuh pun mengundang perhatian pengunjung. Banyak kalangan biker yang rata-rata menggunakan skutik seperti Honda PCX, Yamaha NMax, bahkan Yamaha XMax yang penasaran dengan performa Honda Forza.

Setelah menginap semalam di kawasan Bukit Soca, pada Minggu (27/1), Media Indonesia melanjutkan perjalanan pulang ke Pamulang, Tangerang Selatan, namun rute yang dilalui berbeda yakni mampir di kawasan Situ Gunung, Sukabumi yang menyajikan wisata jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Tidak ada rasa lelah meskipun total perjalanan yang ditempuh sejauh 437 km, apalagi konsumsi rata-rata BBM Pertamax dengan riding style yang agak ‘ugal-ugalan’ hanya 32 km/liter. (Uut/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More