Minggu 03 Februari 2019, 09:45 WIB

Peneliti sebagai Hasrat Diri

Despian Nurhidayat | WAWANCARA
Peneliti sebagai Hasrat Diri

MI/Despian Nurhidayat

SUDAH 13 tahun Mudrik Rahmawan Daryono menjadi peneliti di LIPI, tepatnya sejak 2006. Ia merasa menjadi peneliti memiliki kemerdekaan untuk melakukan atau mencari suatu fenomena tertentu.

Pencarian itu merupakan kesenangan baginya dan membagikan hasil penelitiannya juga memberikan kepuasan tersendiri baginya.

"Jadi peneliti itu memiliki kemerdekaan dalam upaya untuk mencari suatu fenomena geologi yang ada di Indonesia. Menjadi peneliti itu merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi saya," ujar Mudrik yang ditemui di kantornya di Bandung.

Meski menyenangkan menjadi peneliti, Mudrik mengaku sulit mendapatkan pendanaan untuk penelitiannya. Pasalnya, penelitian yang akurat lalu dipublikasikan di jurnal butuh banyak dana. Namun, bisa memublikasikan jurnal dan penelitiannya memberikan kesenangan tersendiri.

"Maka kita bisa menyosialisasikan dengan baik, yang niatnya juga untuk pengurangan dampak untuk masyarakat," ungkap pria yang kini berusia 39 tahun itu.

Delapan tahun terakhir ia memfokuskan diri melakukan penelitian sesar Lembang. Bukan perkara mudah untuk tetap meneliti satu hal dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, Mudrik merasa melakukan sesuatu sesuai passion-nya. 

"Saya juga ingin menerapkan ilmu geologi yang saya tekuni dan meneliti gempa bumi berdasarkan rekaman geologi adalah passion saya," ujarnya.

Ia juga merasa tertantang melakukan penelitian sesar Lembang yang sudah dilakukan para seniornya. Tentunya dengan metode yang berbeda dan mengambil kesempatan untuk fokus meneliti sesar Lembang dengan studi paleoseismologi di tropis Indonesia.

Sebagai seorang peneliti, Mudrik tentunya memiliki cara tersendiri untuk membagi waktu bersama keluarga di tengah kesibukannya dalam meneliti. Caranya cukup unik, yakni membawa keluarga dalam pekerjaannya.

"Salah satu profesor yang menginspirasi saya, dia yang membuat penelitian mengenai gunung api di Indonesia. Dia pada saat itu bercerita kepada junior-juniornya, salah satunya saya, mendengarkan juga presentasi beliau. Beliau menceritakan kalau keluarga itu, kalau bisa kita ajak bersama karena kesibukan peneliti yang sangat luar biasa," ungkap pria yang memiliki tiga anak itu.

Tak pelak Mudrik memanfaatkan waktu libur sekolah atau libur nasional untuk memboyong anak-anaknya dalam penelitian yang dilakukannya. Dengan cara itu, Mudrik bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Terbilang cara ini cukup efektif karena anak-anak Mudrik senang bisa tahu mengenai pekerjaan sang ayah dan terkadang bermain-main, sedangkan ayahnya pun bisa tetap bekerja. (Des/M-3)

 

BIODATA

 

Nama lengkap: Mudrik Rahmawan Daryono

Tempat, tanggal lahir: Ngawi, 27 Januari 1980

Pendidikan: S-3 Sains Kebumian ITB

Pekerjaan: Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (2006-saat ini)

Istri: Nurwiyanti

Anak

1. Raisa Madania Daryono

      2. Mutia Saladina Daryono

      3. Azazia Rahman Daryono

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More