Rabu 30 Januari 2019, 18:34 WIB

Merapi Luncurkan Awan Panas, Status Masih Level II

Furqon Ulya Himawan | Nusantara
Merapi Luncurkan Awan Panas, Status Masih Level II

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

 

GUNUNG Merapi mulai luncurkan awan panas pada Selasa (29/1) malam. Namun Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan belum ada ancaman kepada masyarakat dan status Gunung Merapi masih Waspada berada di level II.

"Tidak menaikkan status karena masih kecil dan ancaman kepada penduduk belum ada," kata Hanik Humaida saat jumpa pers perkembangan Gunung Merapi, Rabu (30/1).

Menurut Hanik, salah satu alasan menaikkan status Gunung Merapi adalah adanya ancaman kepada penduduk, sementara saat ini belum ada ancaman tersebut.

"Jadi masyarakat tetap tenang," imbuhnya.

Awan panas yang terjadi pada Selasa (29/1) malam adalah yang pertama. Berdasarkan analisis visual kejadian dan deposit, awan panas terjadi sebanyak tiga kali, yakni pada pukul 20.17, 20.53, dan 21.14 WIB.

"Ini awan panas yang pertama," ungkapnya.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan 19 Kali Guguran Lava

BPPTKG mencatat, pada Selasa (29/1), kegempaan yang terjadi pada periode 00.00-20.00 WIB tercatat low frequency satu kali, multifase dua kali, hembusan dua kali, guguran 29 kali, dan tektonik jauh satu kali.

Pengamatan guguran lava pijar periode 00.00-20.00 WIB terlihat sembilan kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 200-700 meter.

Awan panas guguran pertama, lanjut Hanik, teramati pada pukul 20.17 WIB dengan jarak luncur 1400 meter dengan durasi 141 detik. Guguran kedua terjadi pada pukul 20.53 WIB dengan jarak luncur 1350 meter dan durasi 135 detik. Sementara yang ketiga terjadi pada pukul 21.41 WIB dengan jarak luncur kurang lebih 1100 meter denan durasi 111 detik.

"Semua awan panas guguran menuju ke hulu Kali Gendol," tuturnya.

Akibat awan panas guguran itu, terjadi hujan abu tipis di sekitar Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Namun, menurut Hanik, jarak luncur awan panas guguran masih relatif pendek dan tidak akan memengaruhi kenaikan status Merapi.

"Masyarakat tetap tenang, ikuti informasi BPPTKG dan jauhi radius 3 KM dari puncak Gunung Merapi," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Alexander P.Taum

Bupati Sikka Relakan Rumdinnya Jadi Area Karantina KM Lambelu

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 00:56 WIB
Sebanyak 233 orang akan dikarantina di rumah dinas Bupati Sikka menyusul ditemukannya 3 orang positif terinfeksi covid-19 di kapal yang...
MI/ Alexander P Taum

Frustasi, Penumpang KM Lambelu Nekat Terjun ke Laut

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 00:40 WIB
Mereka nekat melakukan itu dipicu keputusan Bupati Sikka Fransiskus Robertto Diogo yang melarang KM Lambelu merapat ke pelabuhan laut...
MI/ Alexander P Taum

Tiga ABK KM Lambelu Positif Virus Korona

👤Palce Amalo 🕔Rabu 08 April 2020, 00:20 WIB
Saat ini kapal tersebut sudah diperbolehkan merapat ke dermaga untuk menurunkan sekitar 233...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya