MenPAN-RB Pastikan Pelayanan Publik Di Sulsel Berjalan Normal

Penulis: Lina Herlina Pada: Selasa, 29 Jan 2019, 18:17 WIB Nusantara
MenPAN-RB Pastikan Pelayanan Publik Di Sulsel Berjalan Normal

MI/MOHAMAD IRFAN

MESKI dilanda bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, pelayanan publik di Sulawesi Selatan tetap berjalan secara normal.

Hal itu dipastikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin yang mengunjungi Posko Induk Bencana Alam Kabupaten Gowa di kantor Bupati Gowa, Sulsel, Selasa (29/1).

"Saya di sini memastikan pelayanan publik, dan keadaan aparat pemerintahan. Semua baik, tidak seperti di Sulteng dan Lombok, yang pemerintahan memang lumpuh," ungkap Syafruddin.

Mantan Wakil Kepala Polri itu juga berkoordinasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan bencana di Kabupaten tersebut.

"Karena di sini intinya adalah komunikasi dan koordinasi," pungkasnya.

Baca juga : Kemensos Beri Santunan Korban Meninggal Dunia Banjir Jeneponto

Sementara itu, berdasrkan data terakhir BPBD Sulsel, hingga Selasa (29/1), jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten di Sulsel yaitu Gowa, Jeneponto, dan Selayar sebanyak 68 orang, di Gowa terbanyak 52 dan hilang 6 orang.

Untuk nominal kerugian, BPBD dan Pemda setempat masih terus melakukan penghitungan, sekaligus menyiapkan keperluan rehabilitasi dan pemulihan infrastruktur yang ada.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutkan Sulsel punya dana untuk rehabilitasi pasca bencana sebesar Rp20 miliar yang akan dibagikan ke setiap kabupaten, tergantung kerusakan yang dialami

Selain itu, juga ada bantuan tanggap darurat sebesar Rp1,15 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More