Senin 28 Januari 2019, 22:50 WIB

PKPU Salurkan Bantuan Perahu ke Nelayan Pandeglang

Syarief Oebaidillah | Nusantara
PKPU Salurkan Bantuan Perahu ke Nelayan Pandeglang

ist

 

PASCABENCANA tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam silam, lembaga kemanusiaan PKPU Human Initiative terus berkontribusi dengan menyalurkan berbagai kebutuhan dan bantuan bagi para penyintas di lokasi terdampak Banten dan sekitarnya.

Bantuan tersebut antara lain berupa unit perahu baru yang disumbangkan kepada para nelayan di wilayah Pandeglang, Banten.

Koordinator Program Recovery PKPU-HI, Ferry Suranto, di Pandeglang, Minggu (27/1), mengemukakan, tahap pemulihan pascabencana yang dilakukan pihaknya ialah menyalurkan bantuan 4 unit perahu baru. Untuk kelompok nelayan yang bernama Putri Kembar di wilayah Kampung Karang Mengpek, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten.


Baca juga: Kementerian ESDM Salurkan Bantuan Air Bersih Korban Tsunami Lamsel


"Tahap pertama, perahu diberikan kepada kelompok nelayan Putri Kembar," kata Ferry Suranto melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (28/1). Disebutkannya, berdasarkan data tim PKPU-HI, masih ada kelompok nelayan lainnya di beberapa wilayah terdampak yang mengalami hal serupa berupa rusak ringan, sedang, hingga berat.

Adapun wilayah terdampak tersebut di antaranya Kecamatan Cinangka yaitu Desa Karang Suraga, Desa Bulakan, dan Desa Umbul Tanjung dengan jumlah total 89 unit perahu rusak, di Kecamatan Panimbang dengan jumlah total 45 unit perahu rusak, di Kecamatan Cigeulis ada 31 unit perahu, serta di Kecamatan Anyer yakni Desa Bandulu dan Desa Anyer dengan jumlah total 18 unit perahu rusak.

Karenanya, lanjut Ferry, pihaknya akan terus mengajak seluruh masyarakat untuk turut peduli dan dapat berkontribusi dengan menyalurkan donasi melalui laman SolusiPeduli.org atau melalui pos PKPU-HI di Jalan Raya Panimbang, KM 5, Desa Cibungur Mesjid, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More