Kamis 24 Januari 2019, 22:00 WIB

Anjing Pelacak Polda Sulsel Endus Bau Korban Longsor

Lina Herlina | Nusantara
Anjing Pelacak Polda Sulsel Endus Bau Korban Longsor

MI/BENNY BASTIANDY

 

ANJING pelacak (K9) milik Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Selatan yang dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban tertimbun longsoran di Desa Pallantikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, berhasil mengendus bau jasad korban.

"Anjing pelacak Direktorat Sabhara langsung diterjunkan hari kedua pascamusibah banjir bandang dan longsor itu, hasilnya sangat membantu," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Kamis (24/1).

Ia mengatakan, kehadiran anjing pelacak di daerah musibah longsoran banyak membantu tim sukarelawan karena indera penciuman dari anjing pelacak jauh lebih hebat dari manusia.

Dicky menyatakan untuk jenazah yang tertimbun langsung dilakukan evakuasi, sedangkan jenazah yang membutuhkan penanganan peralatan tambahan hanya diberikan tanda.       


Baca juga: Angin Kencang Terjang Jember, Sejumlah Pohon Tumbang


"Ada beberapa jenazah yang dilacak itu bisa langsung di evakuasi dan dimasukkan dalam kantong jenazah. Sedangkan yang tertimbun, diberi tanda saja dulu sama anggota untuk kemudian dilakukan penggalian atau menggunakan alat tambahan," katanya.

Dia mengatakan pencarian korban langsung dipimpin oleh Direktur Sabhara Polda Sulsel, Kombes Pol Jhony Triharto, serta para pawang dari anjing pelacak tersebut.       

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri) itu menyatakan anjing pelacak milik Polda Sulsel ini berhasil mengendus empat titik sumber bau dan satu titik telah dilakukan evakuasi terhadap tiga orang korban tertimbun tanah longsor.

"Hasilnya efektif dan anjing K9 ini berhasil menemukan jasad korban dengan mencium baunya langsung. Satu titik itu menemukan tiga jasad. Selanjutnya jasad ini dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi," terangnya.   

Pada musibah banjir bandang dan longsor itu, tim gabungan evakuasi telah menemukan 29 korban meninggal dunia baik tertimbun longsoran
maupun tersengat arus listrik serta terseret arus air saat banjir. (OL-1)

 

Baca Juga

MI/Ardi Teristi

DIY tidak akan Tergesa-gesa Terapkan Aturan Kenormalan Baru

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:25 WIB
Sultan menyebut, tidak mungkin DIY akan diam saja dan menunggu sampai virus benar-benar hilang tanpa melakukan kegiatan...
Istimewa

Kemenparekraf Serahkan Bantuan untuk Pelaku Pariwisata

👤RO/Micom 🕔Kamis 02 Juli 2020, 20:46 WIB
Pelaku usaha parawisata dan ekonomi kreatif sangat terdampak pandemi...
MI?Adi Kristiadi

Dua Desa di Tasikmalaya mulai Krisis Air Bersih

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 02 Juli 2020, 20:40 WIB
RATUSAN warga di Kampung Sukahurip, Cijulang, Desa Mediasari dan Desa Neglasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya