Kamis 24 Januari 2019, 19:50 WIB

Akses Jalan Poros Maros-Makassar kembali Normal

Lina Herlina | Nusantara
Akses Jalan Poros Maros-Makassar kembali Normal

MI/Lina

 

AKSES jalan poros Kabupaten Maros-Kota Makassar, Sulawesi Selatan, khususnya di depan Kantor Bupati Maros yang sempat dilanda banjir setinggi 1 meter atau sekitar sepinggang orang dewasa pada 22-23 Januari 2019, kini kembali normal.

"Alhamdulillah kami sudah bisa melintas lagi setelah air yang tergenang kemarin, surut," kata salah seorang pengendara Kamaruddin di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Kamis (24/1).

Dia mengatakan, selama dua hari lalu kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas di depan Kantor Bupati Maros karena ketinggian air mencapai 1 m lebih. Kalau pun ada yang memaksakan diri melintas, harus menerima risiko kendaraannya mogok.

Hal itu juga diakui staf Kantor Dinas Pemadaman Kabupaten Maros, Hariyanto. Dia mengatakan ketika genangan air tiba-tiba meninggi di lokasi itu, ia masih bertugas sehingga membantu warga yang ingin melintas di lokasi itu dengan mendorong kendaraannya.


Baca juga: Sempat Viral Selamatkan Cucunya dari Banjir Gowa, Nenek Nurjannah Meninggal Dunia


Namun setelah jalan poros Maros-Makassar ditutup selama dua hari, lanjut dia, sejak semalam akses jalan mulai dibuka dan hari ini sudah kembali normal.

Sementara itu, dampak dari banjir di Kabupaten Maros yang merendam rumah warga dan areal persawahan di empat kecamatan yakni Kecamatan Bantimurung, Simbang, Turikale, dan Lau, bengkel kendaraan bermotor di Kabupaten Maros ramai pelanggan.

"Hari ini sudah ada 20 motor yang diperbaiki mesinnya, karena terendam air saat banjir," kata pemilik bengkel motor Suriani, Alimuddin.

Dia mengatakan, dalam kondisi normal rata-rata hanya ada lima hingga delapan sepeda motor yang diservis per hari, selebihnya hanya untuk tambal ban dan pompa angin.

Hal senada dikemukakan montir Bengkel Jaya, Abdullah. Dia mengatakan, sebagian motor yang ingin diperbaiki mesinnya terpaksa ditunda pengerjaannya untuk keesokan hari karena antrean cukup panjang dan tidak bisa diselesaikan semua dalam sehari. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More