Shutdown AS Memasuki Hari Ke-32, Trump Tegaskan tidak Goyah

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Rabu, 23 Jan 2019, 13:04 WIB Internasional
Shutdown AS Memasuki Hari Ke-32, Trump Tegaskan tidak Goyah

AFP

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (22/1), mengirimkan surat kepada Partai Demokrat yang berharap miliarder itu akan menyerah dalam perundingan untuk mengakhiri shutdown pemerintahan yang telah berlangsung selama 32 hari.

"Tidak akan goyah!" tegas Trump lewat Twitter.

Lewat cicitannya, Trump juga kembali menyalahkan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat atas shutdown yang terjadi. Trump bersikeras shutdown tidak akan berakhir selama permintaan dia untuk mendapatkan dana sebesar US$5,7 miliar untuk membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko tidak dikabulkan.

"Tanpa tembok, negara kita tidak akan pernah aman. Partai Demokrat tahu itu namun mereka memilih bermain politik," cicit Trump.

Baca juga: Demokrat Tolak Tawaran Kesepakatan Imigrasi Trump

Trump memicu shutdown sebagian pemerintahan AS pada 22 Desember dengan menolak menandatangani pendanaan mulai dari gaji FBI hingga jagawana sebagai cara untuk menekan DPR AS yang dikuasi Partai Demokrat untuk menyetujui proyek pembangunan temboknya.

Namun, Partai Demokrat menolak menyerah dan Trump juga bersikeras. Kelumpuhan politik di Washington telah berubah menjadi kesakitan yang dirasakan oleh sekitar 800 ribu pegawai negeri AS yang harus bekerja tanpa mendapatkan bayaran.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menegaskan masalah keamanan di perbatasan tidak akan dibahas selama shutdown masih terjadi. Dia menuding Trump sengaja menyandera AS. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More