Nelayan tidak Melaut

Penulis: Ahmad Yakub Pada: Selasa, 22 Jan 2019, 23:45 WIB Nusantara
Nelayan tidak Melaut

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

FENOMENA supermoon yang terjadi Selasa (22/1). , berdampak pada kehidupan para nelayan. Seperti yang terjadi di pesisir pantura Jawa Timur dalam dua hari terakhir, keberadaan ikan laut segar kembali langka.

Sebagian besar nelayan di sepanjang pesisir pantura berhenti melaut sejak beberapa hari terakhir akibat gelombang laut cukup tinggi. Warga terpaksa mengonsumsi ikan kering atau ikan air tawar.

“Sudah tiga hari ini kami berhenti melaut karena beberapa­ hari terakhir menjelang bulan purnama, gelombang laut cukup tinggi dan angin kencang. Ratusan nelayan terpaksa berhenti melaut,” kata Juwarno, nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Selasa (22/1).

Dampak supermoon juga dirasakan nelayan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dinas perikanan setempat telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh nelayan agar tidak melaut selama sepekan setelah supermoon.

 “Imbauan ini sudah kita sampaikan kepada nelayan melalui grup Pokmawas untuk tidak melaut,” kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Karawang, Durahim Suarli.

Hal sama juga terjadi di Bangka Belitung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Depati Amir Pangkalpinang menyebutkan gelombang tinggi akibat dampak fenomena supermoon.

“Saat ini supermoon ditambah dengan intensitas hujan deras. Untuk di pesisir Belitung, fenomena supermoon menyebabkan tinggi pasang surut air meningkat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji.

Akibatnya, pelayaran seluruh kapal dari sejumlah pelabuhan di Babel terpaksa untuk ditunda berlayar. “Kita sudah mengeluarkan peringatan penundaan berlayar untuk semua kapal, baik kapal barang, kapal penumpang, maupun kapal ikan yang berlayar dari Pelabuhan Pangkalbalam, Belinyu, dan Sungaiselan, mulai Selasa (22/1),” kata Kasubsi Keselamatan Berlayar dan Patroli Kantor KSOP Pangkalbalam, Hasolan Siregar.
 
Cuaca ekstrem
Cuaca ekstrem juga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah. Dari Sulawesi Selatan, banjir, longsor, dan angin kencang terjadi di Kabupaten Maros, Barru, Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa. Kondisi terparah di Kabupaten Gowa.

Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa, mengatakan saat ini tim BPBD sedang melakukan proses evakuasi serta mendata korban dan kerusakan akibat banjir dan longsor di empat daerah tersebut,” ujarnya.

Di Nusa Tenggara Timur, banjir menyebabkan Aven Sura, 10, siswa kelas IV SD Katolik Nataia Boaino, Desa Olaiam Kecamatan Haesesa, Kabupaten Nagekeo, tewas terseret arus sungai saat pulang sekolah, Selasa (22/1).

Sementara itu, sebuah jembatan di Kampung Cisarua RT 02/05, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, roboh saat turun hujan deras pada Senin (21/1) petang. Penyangga jembatan mengalami abrasi akibat derasnya debit air sungai. Kini daerah itu terisolasi.

Hujan deras menyebabkan objek wisata alam Gosari di Desa Gosaru, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, ditutup sementara. Pasalnya, sebagian bangunan kolam rusak akibat tergerus lumpur dan ancaman longsor. (UL/PO/DY/LN/BB/RF/CS/JI/OL/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More