Selasa 22 Januari 2019, 19:30 WIB

6 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Gowa

Lina Herlina | Nusantara
6 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Gowa

MI/Lina Herlina

 

BUPATI Gowa, Adnan Purichta, menyebutkan, akibat bencana banjir dan longsor di wilayahnya, sebanyak enam orang meninggal dunia.

Namun, Adnan belum bisa merinci berapa banyak korban meninggal akibat longsor dan berapa banyak meninggal akibat banjir yang terjadi Selasa (22/1).

"Tapi saat ini, kami dari Pemkab Gowa, dibantu Pemerintah Provinsi Sulsel, TNI-Polri dan Basarnas, semua sudah turun melakukan evakuasi dan penyelamatan bagi warga yang terjebak di rumahnya," kata Adan, usai meninjau proses evakuasi warga.

Ia menjelaskan, dari 18 kecamatan yang ada di Gowa, sembilan di antaranya berada di daratan rendah dan tujuh kecamatan yang terendam banjir. Tujuh kecamatan itu yaitu Kecamatan Somba Opu, Bontomarannu, Patalassang, Parangloe, Palanngga, Tombolopao, dan Manuju.


Baca juga: Longsor di Jepara akibatkan Akses Jalan Tertutup


Sementara, longsor terjadi enam titik. Di salah satu titik di Campagogo, Desa Bilanrengi, Kecamatan Parigi, menimbun lima unit rumah. Lalu di Dusun Bontosuro, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, longsor menimbun satu unit mobil dan enam ekor sapi.

Kemudian jembatan putus di dua lokasi, yaitu Jembatan Jenelata, Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, yang menghubungan dengan Sapaya. Juga jembatan di Dusun Limoa Desa Patalikang Kecamatan Manuju. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More