Tiongkok Janjikan Bantuan US$588 Juta untuk Kamboja

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Selasa, 22 Jan 2019, 18:13 WIB Internasional
Tiongkok Janjikan Bantuan US$588 Juta untuk Kamboja

AFP/ Ng Han Guan

PEMERINTAH Tiongkok menjanjikan bantuan 4 miliar yuan atau setara US$588 juta kepada Kamboja untuk periode 2019-2021. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen yang menyoroti urgensi penguatan hubungan dengan Tiongkok di tengah ancaman sanksi perdagangan Uni Eropa.

Dalam kunjungan kerja selama tiga hari di Beijing, Hun Sen melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Hun Sen menyampaikan kebutuhan Kamboja, termasuk mendongkrak investasi di sektor industri tekstil yang berperan penting di negara Asia Tenggara tersebut.

Sebagai tanggapan, Xi menjanjikan bantuan untuk periode 2019-2021. Pemimpin Tiongkok juga berencana mengimpor 400 ribu ton beras dari Kamboja. Nilai perdagangan bilateral ditargetkan meningkat hingga US$10 miliar pada 2023. Pemerintah Tiongkok juga berjanji mendorong lebih banyak investasi dari Negeri Tirai Bambu di Kamboja.

"Presiden Xi mengatakan hubungan antara Tiongkok dan Kamboja sangat istimewa, dibandingkan dengan negara lain," ujar Hun Sen.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan pihaknya ingin memperkuat kerja sama dengan Kamboja, dalam bidang politik, ekonomi dan keamanan. Pernyataan resmi tersebut mengacu pada pembicaraan Xi dan Hun Sen.

Baca juga: PM Kamboja: Tiongkok Tak Boleh Bangun Pangkalan AL di Kamboja

Kedua negara bersepakat meningkatkan koordinasi di PBB dan dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Selain itu, Tiongkok dan Kamboja memiliki pandangan serupa untuk mempercepat rencana Belt and Road Initiative serta strategi pembangunan di Kamboja. Namun, pernyataan tersebut tidak menjabarkan bantuan finansial.

Tiongkok telah menggelontorkan dana miliaran dolar dalam membantu pembangunan di Kamboja, termasuk melalui Belt and Road Initiative, yang bertujuan meningkatkan hubungan darat dan laut dengan kawasan Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa maupun Afrika. Namun, beberapa negara Barat menuding Tiongkok menarik sejumlah negara ke dalam perangkap utang dengan memanfaatkan inisiatif tersebut. Tudingan itu pun dibantah Tiongkok.

Partai Rakyat Kamboja yang mengusung Hun Sen, memenangkan semua kursi dalam pemilihan umum (pemilu) pada Juli 2018. Apalagi setelah Mahkamah Agung membubarkan oposisi utama, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) pada 2017 atas permintaan pemerintah.

Uni Eropa mengutuk pemilu Kamboja yang dinilai tidak kredibel. Mereka mengancam menyingkirkan Kamboja dari semua status, kecuali persenjataan, karena tindakan keras terhadap oposisi, media dan kelompok masyarakat sipil.

Uni Eropa memberlakukan tarif terhadap komoditas beras asal Kamboja selama tiga tahun ke depan. Langkah itu untuk menekan lonjakan impor yang merugikan produsen Uni Eropa.(Channelnewsasia/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More