Rencananya, Ba'asyir Tiba di Ngruki Besok

Penulis: Antara Pada: Selasa, 22 Jan 2019, 18:10 WIB Nusantara
Rencananya, Ba

FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/

TERPIDANA kasus terorisme yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Ba'asyir diperkirakan tiba di Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (23/1) pukul 17.00 WIB.

"Ini sesuai dengan perkembangan informasi yang kami terima dari Ustaz Iim (Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir, red.)," kata Pejabat Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Muchson di Sukoharjo, Selasa (22/1).

Baca juga: Soal Ba'asyir, Indonesia Abaikan Keberatan Australia

Sejauh ini, kata dia, sudah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya dari sisi kesiapan tempat penyambutan dan persiapan keamanan. Mengenai keamanan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Polres Sukoharjo. Menurut dia, ada sekitar 1.000 santri yang akan menyambut kedatangan pria berusia 81 tahun tersebut. Meski ada acara ini, lanjut dia, kegiatan belajar akan berjalan normal.

"Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa, tidak dikosongkan karena KBM 'kan pagi hari. Selain itu, kami juga akan mengundang MUI Surakarta dan MUI Kabupaten Sukoharjo pada penyambutan tersebut," katanya.

Jika sesuai dengan jadwal awal, katanya lagi, sesampainya di pondok Ustaz Abu akan masuk masjid untuk melakukan salat dua rakaat. "Setelah itu, masuk ke tempat tinggal beliau untuk bertemu dengan keluarga. Mengenai sambutan, kalau memungkinkan, beliau akan memberikan sambutan," katanya.

Selain itu, sambutan juga akan diberikan oleh wakil keluarga, Tim Pengacara Muslim (TPM), dan pihak pesantren. "Kalau Pak Yusril datang, ya, beliau juga akan memberikan sambutan," katanya.

Untuk prosesi penyambutan, menurut dia, akan dilakukan selama 1 jam, atau tepatnya setelah salat Isya. Rencananya Abu Bakar Ba'asyir akan menempuh jalur darat pada perjalanan dari Gunung Sindur, Bogor ke Sukoharjo. Diperkirakan waktu tempuh sekitar 8 kam sampai dengan 9 jam. (Ant/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More