3 Cawagub DKI Dikenalkan ke Demokrat dan PAN

Penulis: Atalya Puspa Pada: Selasa, 22 Jan 2019, 17:43 WIB Megapolitan
3 Cawagub DKI Dikenalkan ke Demokrat dan PAN

Ist

FRAKSI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan safari silaturahim ke Fraksi Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk memperkenalkan tiga calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta pada Selasa (22/1).

Anggota Fraksi PKS Ahmad Yani mengatakan safari silaturahim diadakan agar fraksi-fraksi di DPRD dapat mengenal tiga cawagub pengganti Sandiaga Uno secara mendalam.

"Nah, kehadiran kami agar teman-teman dari fraksi lain bisa mengenal secara keseluruhan lebih mendalam terhadap tiga kandidat ini," tutur Ahmad di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/1).

Baca juga: 11 Februari 2019, Nama Cawagub akan Diserahkan PKS-Gerindra

Dirinya juga menuturkan, dalam pertemuan tersebut, fraksi-fraksi DPRD diharapkan dapat memiliki komitmen yang selaras untuk menghadirkan wakil gubernur yang kelak akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dalam pertemuan itu kita berharap memiliki komitmen yang sama. Bagaimana agar DKI ini kita memberikan perhatian yang serius terhadap warga Jakarta untuk membantu pak Gubernur," ucap Ahmad.

Dirinya juga mengatakan, siapapun wakil gubernur yang terpilih nanti, diharapkan dapat membantu Anies dalam membangun Jakarta. "Ya, nanti yang terpilih harus bekerja serius dan sungguh-sungguh membantu pak Gubernur membangun Jakarta," tutup Ahmad.

Selain ke Fraksi Partai Demokrat dan PAN, rencananya PKS akan melakukan safari silaturahim ke Fraksi Partai Demokrat dan PDI-P, Rabu (23/1) besok.

Seperti yang telah diketahui, PKS telah menentukan nama kadernya yang diajukan sebagai Cawagub, yakni Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi. Ketiga nama tersebut akan melewati proses fit and proper test terlebih dahulu sebelum dipilih oleh DPRD. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More