Sampah Kembali Ganggu Transportasi Sungai

Penulis: Denny Susanto Pada: Senin, 21 Jan 2019, 15:17 WIB Nusantara
Sampah Kembali Ganggu Transportasi Sungai

FOTO ANTARA/Kasriadi/

ARUS transportasi sungai di Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah kabupaten di Kalimantan Selatan terganggu akibat tumpukan sampah yang menutupi badan sungai. Di Kabupaten Barito Kuala sampah sungai berupa potongan kayu, bambu dan eceng gondok tersebut menghantam dan menyebabkan dua jembatan rusak.

Pantauan Media, sejak beberapa hari terakhir tumpukan sampah sungai berupa gulma, batang kayu dan bambu tersebut menutupi jalur lalu lintas kapal motor dan perahu di Sungai Martapura. Sampah sungai ini terbawa oleh luapan arus sungai dari bagian hulu dan menumpuk karena tersangkut di bawah jembatan Pasar Lama, Banjarmasin. Peristiwa ini seperti kerap kali terjadi saat curah hujan tinggi atau banjir di bagian hulu Kalsel.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, beberapa waktu lalu juga mengeluhkan tumpukan sampah akibat kiriman banjir bagian hulu sungai mengganggu transportasi sungai. Padahal Sungai Martapura ini merupakan jalur utama lalu lintas air di wilayah Banjarmasin maupun jalur transportasi sungai menuju pedalaman kabupaten di Kalsel dan Kalteng.

Pemko Banjarmasin terpaksa mengerahkan kapal pembersih sampah agar lalu lintas sungai kembali normal.

Baca juga: Sampah Menutup Aliran Sungai, Banjir Ancam Kudus

Pada bagian lain luapan air sungai yang dipenuhi sampah menghantam dua jembatan di Desa Karya Baru, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala. Data diperoleh dua jembatan yang rusak berada di RT 3 dan RT 4. Salah satu jembatan kayu sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut yang sudah berumur tua ini putus dan hanyut terbawa arus sungai. Sedangkan jembatan lainnya miring setelah tiang jembatan patah diterjang sampah sungai.

Kondisi ini menyebabkan jalur utama di daerah terpencil Kabupaten Barito Kuala tersebut terputus.

"Sungai-sungai di Kalsel mulai meluap dan menyebabkan bencana banjir seperti terjadi di Kabupaten Balangan, akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud, Senin (21/1).

Kalsel saat ini dalam status darurat siaga bencana musim penghujan berupa banjir, tanah longsor, angin kencang dan rob. Beberapa kali peristiwa angin kencang menyebabkan puluhan rumah warga di sejumlah daerah seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru rusak. Di perairan, tingginya gelombang menyebabkan banyak nelayan di pesisir Kabupaten Kotabaru dan Tanah Laut memilih beristirahat.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More