Rp775,6 Miliar untuk Ekspor PT INKA

Penulis: Eko Nordiansyah Pada: Senin, 21 Jan 2019, 11:07 WIB Ekonomi
Rp775,6 Miliar untuk Ekspor PT INKA

ANTARA/ZABUR KARURU
Suasana proses pemuatan gerbong kereta tipe 'Broad Gauge' kedalam lumbung kapal untuk dikirim ke Bangladesh, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/1).

LEMBAGA Pemerintah Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pendanaan sebesar Rp775,6 miliar kepada PT INKA (Persero) sebagai pembiayaan modal kerja ekspor. BUMN yang memproduksi kereta api itu diproyeksikan akan melakukan ekspor ke sejumlah negara di antaranya Bangladesh dan Sri Lanka.

Amanat tersebut sesuai Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.513/KMK.08/2018 perubahan atas KMK No.374/KMK.08/2017 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk Menyediakan Pembiayaan Ekspor Kereta Penumpang dan Gerbong Barang Kereta Api.

"Melalui KMK itu, LPEI ditugaskan kembali oleh pemerintah untuk memberikan fasilitas pembiayaan ekspor kepada badan usaha yang memiliki kemampuan dan kapasitas memproduksi kereta penumpang dan gerbong barang kereta api untuk di ekspor ke Bangladesh dan Sri Lanka," kata Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/1).

Baca juga: BGR Logistics Jalin Kerja Sama dengan INKA

Pembiayaan ekspor oleh LPEI dilakukan melalui skema National Interest Account (NIA) atau penugasan khusus ekspor, yang menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah.

Pembiayaan ekspor termasuk dalam bentuk Buyer's Credit, Penjaminan dan/atau Asuransi. Adapun pembiayaan modal kerja ekspor ini digunakan untuk pembiayaan proyek 50 Kereta Penumpang tipe BG (Broad Gauge) dan 200 Kereta Penumpang tipe MG (Meter Gauge) yang dipesan oleh Bangladesh Railway. Pengiriman tahap pertama sebanyak 15 kereta penumpang tipe BG ke Bangladesh, kemudian sisanya akan dilakukan pengiriman secara bertahap sampai dengan 2020.

Sebelumnya pada 2016, LPEI telah memberikan pembiayaan dengan skema NIA kepada PT INKA untuk melakukan produksi 150 kereta dengan nilai kontrak USD72,39 Juta. Sinthya menambahkan ekspor kereta penumpang ke Bangladesh memiliki nilai strategis bagi PT INKA dan industri strategis Indonesia.

"Sinergi yang baik antara Pemerintah, LPEI dan BUMN Strategis Indonesia dan pelaku usaha ekspor lainnya menjadi penting dalam rangka mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, dan memiliki potensi peningkatan dan pengembangan ekspor jangka panjang," pungkas dia. (Mecom/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More