Arus Modal Masuk Dorong Penguatan IHSG

Penulis: Antara Pada: Senin, 21 Jan 2019, 11:01 WIB Ekonomi
Arus Modal Masuk Dorong Penguatan IHSG

ANTARA

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/1) dibuka menguat seiring arus modal asing, yang terus, masuk ke pasar modal.

IHSG dibuka menguat sebesar 0,38 poin atau 0,01% ke posisi 6.448,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,1 poin atau 0,01% menjadi 1.030,79.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan progres pergerakan IHSG hingga melewati perjalanan setengah bulan pertama pada awal 2019, masih menunjukkan tren meningkat (uptrend) yang cukup kuat dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

"Hal ini terlihat dari pertumbuhan IHSG secara 'year to date' serta masih terus mengalirnya arus dana asing yang masuk ke dalam pasar modal kita. Tentunya, hal ini juga ditunjang oleh kuatnya fundamental perekonomian kita," ujarnya.

William memprediksi, pada Senin (21/1) ini IHSG berpeluang menguat dan akan bergerak di kisaran 6.226 hingga 6.5452.

 

Baca juga: Perang Bunga Deposito Dianggap masih Wajar

 

Sementara itu, Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, katalis pasar dalam pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh rilis data ekonomi eksternal terutama Amerika Serikat dan China serta negara lainnya.

"Sementara itu, sentimen berupa data ekonomi dari dalam negeri dan perhelatan demokrasi dalam nuansa damai, diperkirakan memberikan topangan bagi IHSG bergerak ke teritorial positif dalam pekan ini," katanya.

Bursa regional di antaranya indeks Nikkei menguat 92,67 poin (0,45%) ke 20.758,74, indeks Hang Seng menguat 175,25 poin (0,65%) ke 27.266,06, dan Straits Times menguat 23,04 poin (0,71%) ke posisi 3.247,38. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More