Greysia/Apriyani Hanya Runner-Up di Malaysia Masters

Penulis: Antara Pada: Minggu, 20 Jan 2019, 16:16 WIB Olahraga
Greysia/Apriyani Hanya Runner-Up di Malaysia Masters

ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI

PASANGAN ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih posisi runner-up Malaysia Masters 2019 setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dalam laga final pada Minggu (20/1).

Greysia/Apriyani kalah dalam tiga gim 21-18, 16-21, dan 16-21 selama 75 menit permainan turnamen tingkat Super 500 itu. Kekalahan di Malaysia menambah catatan kedudukan Yuki/Sayaka menjadi 6-2 atas Greysia/Apriyani setelah pertemuan terakhir mereka pada turnamen Hong Kong Terbuka 2018.

"Kami kalah di sini, tapi kami harus kembali bersiap untuk bertanding kembali pekan depan. Lawan bermain lebih kuat dan bagus dari kami. Mereka bermain konsisten dari mental ataupun fisik," kata Greysia selepas pertandingan.

Baca juga: Greysia/Apriyani tanpa Target Hadapi Musim 2019

Sementara, Apriyani hanya ingin belajar dari beberapa kali kekalahan dari pasangan peringkat satu dunia itu dalam setiap pertemuan mereka. "Kami benar-benar kelelahan. Kami harus segera memulihkan kondisi agar siap dalam turnamen berikutnya," kata Apriyani.

Pasangan peringkat empat dunia itu akan kembali tampil pada turnamen bulu tangkis internasional di Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 dalam Indonesia Masters 2019. Mereka akan menghadapi pasangan kembar asal Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoefa pada laga pertama yang akan berlangsung Rabu (23/1).

"Kami bersyukur dengan hasil di Malaysia ini karena kami punya kepercayaan diri untuk bermain lebih bagus lagi. Kami selalu kalah pada laga semifinal dalam turnamen-turnamen sebelumnya. Kami juga akan terus belajar untuk lebih baik kalaupun menjadi juara," kata Greysia. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More