Warga Australia Demo Tuntut Keamanan untuk Perempuan

Penulis: Antara Pada: Minggu, 20 Jan 2019, 13:47 WIB Internasional
Warga Australia Demo Tuntut Keamanan untuk Perempuan

GABRIEL BOUYS / AFP

RIBUAN orang berujuk rasa di beberapa kota besar di Australia pada Minggu untuk menyerukan keamanan bagi perempuan setelah seorang perempuan program pertukaran pelajar asal Israel dibunuh di Melbourne. Aksi itu, bagian dari reli gerakan Women's March di penjuru dunia yang mendukung hak-hak perempuan, diikuti sekitar tiga ribu orang di Sydney. Dalam aksi itu, massa meneriakkan tuntutan jalanan yang aman bagi perempuan di kota-kota Australia.

Sang korban, Aiila Maasarwe (21), dibunuh saat berjalan pulang setelah keluar bersama teman-temannya di Melbourne, kota terbesar kedua Australia, Selasa (15/1). Seorang pria berusia 20 tahun didakwa atas pembunuhan tersebut.

Kematian Maasarwe mengingatkan kembali kekerasan terhadap perempuan setelah Eurydice Dixon (22) dibunuh di Melbourne saat berjalan pulang setelah melakukan pementasan komedi pada Juni.

Ribuan orang berkumpul di lokasi penghormatan untuk Maasarwe pada Jumat dan berlanjut dengan meletakkan bunga di lokasi kematiannya. Trem khusus yang membawa bunga juga dioperasikan di rute perjalanan terakhir Maasarwe. Di Sydney pada Minggu, aksi digelar dengan poster yang berisikan penghormatan kepada Maasarwe dan korban kekerasan lainnya.

Baca juga: Pelajar Israel Dibunuh di Australia

Tayangan di berita televisi memperlihatkan sejumlah perempuan membawa poster bertuliskan "Untuk Aiia dan mereka yang menderita dalam diam" dan "Saya mau berjalan di taman dalam kegelapan."

"Saya tidak mau putri saya tumbuh di dunia yang tidak aman untuk dia atau dia tidak dapat mengejar kesempatan yang dia inginkan dan saya berjalan untuk putra saya karena saya tidak ingin dia tumbuh di dunia tempat maskulinitas beracun diterima," kata Samantha Nolan-Smith. Dia adalah salah satu dari ratusan pengunjuk rasa di ibu kota Canberra.

Sebagai tanggapan atas kematian Maasarwe, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintahannya akan mengumumkan "rencana aksi" untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan jelang pemilu yang diperkirakan digelar pada Mei mendatang. Rencana aksi itu akan diupayakan terlepas dari anggaran sebesar 350 juta dolar Australia (sekitar Rp4,98 miliar) yang sudah dijanjikan. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More