Minggu 20 Januari 2019, 13:38 WIB

Presiden Serbia Diprotes Puluhan Ribu Warganya

Antara | Internasional
Presiden Serbia Diprotes Puluhan Ribu Warganya

Andrej ISAKOVIC / AFP

 

LEBIH dari 10 ribu orang berunjuk rasa di Beograde pada Sabtu (19/1) untuk menentang pemerintahan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Partai Progresif Serbia (SNS) -- yang menaunginya. Unjuk rasa itu digelar untuk menuntut kebebasan media sebagai syarat untuk pemilihan umum yang bebas dan adil.

Unjuk rasa itu digalang Aliansi untuk Serbia, kelompok yang menaungi 30 partai dan organisasi politik. Dalam aksi itu, demonstran mengenakan emblem bertuliskan "ini telah dimulai" dan meneriakkan "Vucic pencuri" dalam unjuk rasa untuk pekan kedelapan berturut-turut kelompok itu. Beberapa unjuk rasa sebelumnya juga telah menarik jumlah massa yang sama.

Baca juga: Tangisan Bayi menjadi Impian Besar Serbia

"Satu-satunya tuntutan kami adalah (rezim) jahat ini hengkang," kata Branisalv Trifunovic, seorang aktor yang menjadi orator unjuk rasa itu dan beberapa unjuk rasa pada pekan-pekan sebelumnya. "Kami mau pemilu, tapi kebebasan harus menjadi yang pertama,” imbuhnya.

Tidak ada satu pun pejabat pemerintah yang bisa dimintai keterangan. Vucic sebelumnya mengatakan dia tidak akan mengindahkan tuntutan oposisi untuk reformasi pemilu dan peningkatan kebebasan media "bahkan bila ada lima juta orang yang turun ke jalan".

Meskipun demikian, Vucic mengatakan dia bersedia menguji popularitas partainya dalam pemilu sela. Unjuk rasa terakhir digelar setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beograde pada Kamis (17/1), yang disambut puluhan ribu orang dari seluruh penjuru Serbia.

"Saya ke sini untuk menyampaikan kekecewaan saya terhadap elite penguasa," kata Ljiljana Zivanovic, pensiunan yang berusia 64 tahun. "Mereka (SNS dan Vucic) menguasai semua media, saya jengah dengan korupsi yang merajalela."

Unjuk rasa menyebar ke beberapa kota di Serbia dan pada Jumat digelar di kota terbesar kedua Novi Sad, kota di wilayah selatan Nis, dan beberapa kota kecil, meski jumlahnya tidak sebesar di ibu kota.

"Saya datang ke sini karena sudah tidak ada negara. Semua kekuasaan di pusatkan di satu tangan," kata Luka Tripkovic, mahasiswa S3 di Fakultas Seni Rupa di Beograde. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More