Minggu 20 Januari 2019, 12:15 WIB

Ma'ruf Amin Optimistis Menang di Bandung Raya

Ma

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

 

CALON wakil presiden nomor urut satu Ma'ruf Amin optimistis akan unggul pasangan lawan di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Ma'ruf sebenarnya mengakui sulit menang di wilayah Bandung Raya. Bahkan, ia menyebut Bandung Raya masuk kategori zona merah. "Di Bandung Raya ini daerah yang agak berat, masih (zona) merah, masih rawan," ujar Ma'ruf saat melangsungkan pertemuan dengan sejumlah ulama di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1).

Di antara ulama yang hadir dalam silaturahmi tersebut adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat Muhammad Ridwan. Selain itu, hadir juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily yang juga menjabat sebagai Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo- KH Ma'ruf Amin.

Baca juga: Gerindra: Prabowo Tampil Otentik

Meski dirasa berat, mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, tetap percaya diri setelah pertemuan dengan tokoh masyarakat dan para ulama, suara untuk dirinya dan Jokowi bisa lebih banyak dari Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

“Saya agak yakin karena di sini banyak tokoh, banyak ulama yang tentu punya komitmen yang lebih. Saya berharap kunjungan ini, silaturahmi saya akan membawa semangat bagaimana memenangkan Pilpres," kata Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, Bandung Raya merupakan jantung Jawa Barat. Ia menilai pentingnya menang di Bandung Raya. "Bandung Raya penting, jantungnya Jawa Barat. Kalau Bandung Raya kalah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," tutur Ma'ruf.

Dalam kesempatan tersebut Ma'ruf juga sempat bercerita bahwa dirinya menjadi pasangan Jokowi lantaran didorong oleh para ulama. "Atas dorongan ulama, akhirnya saya berhijrah dari gerakan kultural menuju jalur struktural," imbuh Ma'ruf. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More