Marcus/Kevin Menuju Gelar Perdana 2019

Penulis: Mut/R-3 Pada: Sabtu, 19 Jan 2019, 02:00 WIB Olahraga
Marcus/Kevin Menuju Gelar Perdana 2019

ANTARA

PASANGAN ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya ­Sukamuljo berpeluang untuk meraih gelar perdana pada 2019.

Pada babak perempat final Malaysia Masters 2019, Marcus/Kevin yang tahun lalu meraih sembilan gelar juara  mengalahkan unggulan tujuh dari Jepang Takuto/Inoue/Yuki Kaneko dengan rubber-game 21-13, 23-25, dan 21-14.

Dengan hasil tersebut, Marcus/Kevin meraih tiket ke babak empat besar dan akan bertemu pasangan Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong. Goh/Tan mengalahkan unggulan ketiga Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang dengan skor 22-20 dan 21-15.

Kemenangan Marcus/Kevin menjadikan Indonesia berpeluang meraih gelar. Sebelumnya pasangan Indonesia pemegang gelar Malaysia Masters 2018 Rian Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto hanya sampai babak kedua.

Dari nomor ganda putri, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu akhirnya memastikan diri ke semifinal setelah mengalahkan rekan mereka sendiri, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto, dengan skor 19-21, 21-12, dan 21-14.

Pada gim pertama, Greysia/Apriyani tampil di bawah tekanan juniornya itu. Yulfira/Jauza bermain cukup percaya diri hingga merebut gim pertama dengan kemenangan.

Masuk ke gim kedua, tekanan Yulfira/Jauza masih dirasakan Greysia/Apriyani. Greysia/Apriyani sempat tertinggal dulu sebelum akhirnya bangkit menyamakan kedudukan dan merebut gim penentu.

“Karena mereka kan sudah tahu permainan kami di latihan. Tapi kami juga tidak mau kalah dan mau balik menekan mereka,” kata Greysia.

Pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting hanya sampai perempat final setelah disingkirkan Chen Long dari Tiongkok dengan 11-21 dan 20-22.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More