Jumat 18 Januari 2019, 14:28 WIB

TKN: Jokowi Konkret, Prabowo-Sandi Sibuk Beretorika

TKN: Jokowi Konkret, Prabowo-Sandi Sibuk Beretorika

ANTARA

 

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut masyarakat tak sulit menilai siapa yang unggul dalam debat antarcapres-cawapres yang berlangsung, Kamis (17/1) malam.

Parameternya, kata Karding, sangat sederhana yakni siapa di antara kedua kontenstan yang menjadikan visi-misi kampanye sebagai sikap hidup atau hanya sebagai bahan retorika politik demi mencapai kekuasaan.

Pasangan Jokowi-Amin yang memegang bukti konkret serta tidak abstrak tampak tenang dan saling melengkapi dalam argumentasi di debat perdana.

"Kiai Ma'ruf memperkuat argumen Jokowi dengan beberapa dalil agama, sementara kubu Prabowo hanya mengandalkan retorika, tampak panik, dan gelagapan saat menanggapi sejumlah pertanyaan kritis," kata Karding melalui keterangan resmi, Jumat (18/1).

"Dari empat tema debat yang diusung KPU yakni penegakkan HAM, hukum, korupsi, dan terorisme, saya pastikan Jokowi-Amin menang KO dari Prabowo-Sandi," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi-Amin Dinilai Punya Program Konkret Tegakan HAM

Jokowi memberikan pernyataan konkret, salah satunya terkait isu penyetaraan hak bagi kelompok difabel dengan pemberian bonus bagi atltet Asian Paragames yang besarannya sama dengan atlet SEA Games. Namun, di saat bersamaan, kubu Prabowo-Sandi justru memberi jawaban di luar konteks. Keduanya justru menjadikan isu ekonomi sebagai soluisi mengatasi masalah diskriminasi kaum difabel juga terorisme.

Padahal riset paling mutakhir menunjukkan fakta terorisme bukan perkara kesejahteraan. Sejumlah pelakunya bahkan berasal dari keluarga kelas menengah. Ibarat pepatah, lanjut Karding, retorika Prabowo-Sandi itu: Jaka Sembung Naik Ojek, gak nyambung Jek.

"Soal korupsi, Jokowi-Amin pun lebih unggul, jika Jokowi melihat hal tersebut menjadi persoalan mentalitas dan dibenahi melalui rekruitmen berasaskan meritrokrasi dan efisiensi birokrasi. Sementara Prabowo justru ingin menaikkan gaji pejabat sebagai solusi mengatasi korupsi, ini menihilkan kenyataan bahwa yang banyak terjerat korupsi itu yan punya harta kekayaan fantastis," tukasnya.

Jokowi kembali mencontohkan pembangunan kultur antiKKN di lingkungan keluarganya, yakni anak perempuannya tidak lolos tes CPNS dan tidak ada yang bermain dalam proyek negara. Sehingga, ia relatif tidak memiliki beban untuk menjalankan sekaligus mengontrol pemerintahan yang bersih dan baik.

Karding pun enggan menyinggung apakah Prabowo-Sandi sudah melakukan hal serupa dengan Jokowi. Ia mempersilakan publik menilai sendiri rekam jejak dan bisnis keduanya.

"Yang jelas, Prabowo sebagai ketua umum partai turut berperan dalam menandatangani lolosnya mantan napi korupsi sebagai caleg-caleg partainya," ungkapnya.

Bukti konkret lain yang dihadirkan Jokowi perihal kesetaraan dan keterlibatan kaum perempuan. Ia memberi porsi besar kepada perempuan untuk mengisi pos-pos penting di kabinetnya.(RO/OL-5)

 

 

 

 

Baca Juga

MI/Lina Herliina

Kapolri Instruksikan Cegah Permainan Harga Pangan Saat Pandemi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 07:15 WIB
Beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang...
MI/Ramdani

Implementasikan Pembatasan Segera

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 05:47 WIB
Banyak imbauan untuk menekan penularan covid-19 masih diabaikan. Karena itu, PSBB yang memiliki sanksi diharapkan efektif menumbuhkan...
MI/M Irfan

Publik Tuntut Keterbukaan Legislasi

👤EMIR CHAIRULLAH 🕔Senin 06 April 2020, 03:30 WIB
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dan RKUHP secara daring dikhawatirkan tidak mampu mengakomodasi dialog...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya