Jumat 18 Januari 2019, 13:37 WIB

Pascadebat, Jubir TKN: Jokowi-Amin Lebih Komperhensif

Nurjiyanto | Politik dan Hukum
Pascadebat, Jubir TKN: Jokowi-Amin Lebih Komperhensif

MI/Ramdani

 

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan, mengatakan jika dalam debat Pilpres 2014 Prabowo dikenal dengan ungkapan 'bocor' maka pada debat semalam Prabowo menyederhanakan masalah menjadi perihal 'uang'.

Hal tersebut terlihat dari narasi yang dibangun, seperti pada masalah hukum, HAM, korupsi dan terorisme oleh Prabowo dianggap akar masalahnya pada persoalan penghasilan aparat hukum, mulai dari Hakim, Jaksa dan Polisi.

Ace memandang tujuan Prabowo-Sandi membawa ke masalah penghasilan aparat hukum, agar mereka dapat leluasa menggiring opini ke isu ekonomi terutama soal harga dan lapangan pekerjaan. Meski demikian, dirinya mengklaim paslon yang diusungnya, yakni Jokowi-Amin, tidak terpancing dan dapat memaparkan jawaban komperhensif.

"Tapi Pak Jokowi tidak terpancing dengan taktik Prabowo-Sandi. Dalam pernyataan pembuka maupun dalam debat, Pak Jokowi memberi jawaban yang lebih komprehensif, dengan mengangkat Badan Legislasi Nasional untuk menjawab persoalan tumpang tindih, menekankan pembangun sistem untuk menutup peluang korupsi, rekruitmen dengan sistem merit serta meningkatkan pengawasan. Ini memperlihatkan taktik Prabowo-Sandi gagal total," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/1).

Baca juga: Debat Perdana Dinilai Masih Kaku dan Normatif

Dirinya juga memandang Prabowo-Sandi dalam pembuka pemaparan visi & misi sangat simplistis dan sama sekali tidak menyinggung soal HAM serta terorisme. Ace juga memandang Prabowo beberapa kali melakukan kesalahan fatal dengan menyebut Presiden sebagai chief law enforcement officer. Pasalnya, dalam sistem konstitusi dan ketatanegaraan yang dianut Indonesia, hal tersebut tidak diterapkan.

"Kekuasaan Presiden juga dibatasi karena tidak boleh intervensi pada proses hukum. Penegakan hukum memiliki koridor tersendiri berdasarkan due process of law. Jadi, pernyataan Prabowo menempatkan presiden sebagai chief law enforcement officer jelas keliru," ungkapnya.

Oleh karenanya, Ace mengklaim pada debat perdana lalu, Prabowo tidak bisa menghadirkan terobosan di bidang hukum. Prabowo hanya menawarkan solusi dengan melibatkan pakar dan ahli. Padahal, itu sudah berjalan saat ini dan Jokowi memiliki terobosan Badan Legislasi Nasional yang langsung di bawah kontrol Presiden.

"Rakyat bisa melihat semalam apa yang ditawarkan oleh Prabowo-Sandi blunder, klise dan juga miskin gagasan segar. Prabowo hanya bisa bicara uang, uang, uang," ungkapnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Lina Herliina

Kapolri Instruksikan Cegah Permainan Harga Pangan Saat Pandemi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 07:15 WIB
Beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang...
MI/Ramdani

Implementasikan Pembatasan Segera

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 05:47 WIB
Banyak imbauan untuk menekan penularan covid-19 masih diabaikan. Karena itu, PSBB yang memiliki sanksi diharapkan efektif menumbuhkan...
MI/M Irfan

Publik Tuntut Keterbukaan Legislasi

👤EMIR CHAIRULLAH 🕔Senin 06 April 2020, 03:30 WIB
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dan RKUHP secara daring dikhawatirkan tidak mampu mengakomodasi dialog...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya