Video Musik BTS dan Blackpink Hilang, Ini Penjelasan Youtube

Penulis: Purba Wirastama Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 11:11 WIB Hiburan
Video Musik BTS dan Blackpink Hilang, Ini Penjelasan Youtube

youtube

SEJUMLAH video musik dari grup K-Pop seperti BTS dan Blackpink sempat diturunkan Youtube pada Selasa (15/1) karena persoalan klaim hak cipta. Sehari berikutnya, Youtube merilis pernyataan resmi bahwa klaim tersebut ternyata palsu.

Video musik yang sempat diturunkan antara lain Singularity dari BTS, Ddu-Du-Ddu-Du dari Blackpink, Solo dari Jennie Blackpink, Flower Road dari Bingbang, Likey dan Like Ooh-Ahh dari Twice, serta New Face dari PSY. Menurut laporan Billboard, video-video tersebut kembali normal dan tersedia di situs web setelah 1,5 jam diturunkan.

Youtube lewat akun Twitter @TeamYoutube menyebut video musik itu diturunkan setelah ada klaim pelanggaran hak cipta dari perusahan Aiplex Private Software Limited. Namun, klaim ini langsung dicabut lagi setelah 1,5 jam.

Baca juga: Langgar Perjanjian, Mariah Carey Gugat Mantan Asisten

Pada Rabu (16/1), Youtube merilis pernyataan resmi terkait kasus tersebut. Rupanya, klaim dari Aiplex adalah klaim palsu sehingga video bisa tayang kembali.

"Kami percaya bahwa pemegang hak cipta hanya akan mengklaim konten yang benar-benar mereka miliki. Kami secara hukum wajib menghapus konten semacam itu jika mendapat pemberitahuan," kata juru bicara Youtube.

Juru bicara itu juga menjelaskan bahwa kasus tersebut selesai bukan atas mediasi Youtube, tetapi setelah ditangani para pihak yang terlibat. Kendati begitu, mereka siap menengahi sengketa hak cipta dan menindak pihak yang berulang kali melakukan klaim palsu.

"Kami punya tim peninjau untuk mendeteksi dan mencegah klaim yang tidak akurat, menindak para pemegang hak cipta yang diketahui atau berulang kali membuat kekeliruan, dan menawarkan proses sengketa yang sehat bagi para pengguna yang merasa video mereka telah diklaim secara keliru," jelasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More