May Berupaya Rangkul Kubu Oposisi

Penulis: (AFP/Tes/I-2) Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 04:20 WIB Internasional
May Berupaya Rangkul Kubu Oposisi

(Photo by Ben STANSALL / AFP

PERDANA Menteri (PM) Inggris berupaya menjangkau rivalnya setelah selamat dalam pemungutan suara pada mosi tidak percaya yang dipicu kekalahan telak di parlemen terkait kesepakatan Inggris keluar dari Uni Eropa (British Exit/Brexit).

Setelah 24 jam penuh gejolak yang diliputi keresahan, May mengakui usulan syarat perceraian dari Uni Eropa telah ditolak mentah-mentah. Kendati demikian, dia berjanji akan mencari cara alternatif.

"Para anggota parlemen sudah memperjelas apa yang tidak mereka inginkan. Kita semua harus bekerja sama secara konstruktif, untuk menetapkan apa yang diinginkan parlemen," ujar May dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal.

Seperti diketahui, Selasa (15/1), merupakan pukulan telak bagi pemerintah di bawah kepemimpin-an May. Parlemen Inggris menolak perjanjian Brexit yang menjadi catatan buruk sejarah politik modern di negara itu.

Penolakan tecermin dari 432 suara melawan 202. Akan tetapi, May muncul sebagai pemenang pada Rabu (16/1) malam dalam pemungutan suara yang diusulkan Partai Buruh, dengan perolehan 325 suara melawan 306 suara.

Setelah kemenangan itu, May mengatur jadwal pembicaraan lintas partai yang akan segera dimulai. Dia berencana akan menemui nasionalis Skotlandia, nasionalis Welsh, dan para pemimpin Demokrat Liberal yang pro Uni Eropa.

"KIta harus menemukan solusi yang bisa dinegosiasikan dan memberikan dukungan yang cukup di parlemen," kata May sebelum menemui parlemen.

Namun, para pemimpin oposisi menetapkan sejumlah tuntutan untuk dapat bekerja sama, termasuk membahas penundaan implementasi Brexit pada 29 Maret mendatang. Tapi, May tampaknya belum menyerah.

Dia berusaha sekeras mungkin sampai batas waktu keluarnya Inggris dari blok yang selama setengah abad ini mendefinisikan hubungan ekonomi dan politik mereka di ranah global.

Di sisi lain, bagaimanapun, kekalahan May dari suara parlemen, telah memicu peringatan dari para pemimpin Eropa. Pasalnya, hal itu berarti prospek tidak adanya kesepakatan semakin meningkat dan potensi gangguan ekonomi kian besar.

Ke depan, May harus kembali lagi ke parlemen pada Senin (21/1) membawa rencana lain. Dia dan timnya terus mengajak anggota parlemen berunding hingga akhir pekan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More