Pertamina Bangun Pipa Baru di Blok Rokan

Penulis: Santa Cicilia Sinabariba Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 03:30 WIB Ekonomi
 Pertamina Bangun Pipa Baru di Blok Rokan

ANTARA FOTO/FB Anggoro

PT Pertamina akan membangun pipa minyak baru sebagai bagian dari proses transisi alih kelola Blok Ro­kan, lapangan minyak dan gas (migas) raksasa di Provinsi Riau, yang sebelumnya dioperasikan per­usahaan Amerika Serikat Chevron Pacific Indonesia (CPI).

“Pembangunan pipa baru sebagai pengganti pipa lama Chevron ini ialah salah satu kerangka kerja yang disepakati dalam kick-off meeting (pertemuan perdana) transisi Blok Rokan antara Pertamina, Chevron, dan SKK Migas,” kata Direktur Hulu PT Pertamina (persero) Dharmawan Samsu saat media workshop di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan pembangunan pi­­pa minyak dilakukan dengan ske­ma hilir di dua jalur sebagai peng­­ganti pipa lama. Jalur pipa pertama mencakup Minas-Duri-Du­mai dan jalur kedua ialah Balam-Bangko-Dumai.

Menurut dia, pipa yang ada saat ini sudah tua karena telah beroperasi sejak awal Chevron mengelola Blok Rokan 40 tahun lalu. Jika tidak diganti baru, akan berisiko sering terjadi kebocoran.

Dharmawan mengatakan pembangunan pipa akan segera dilak­sanakan, tanpa menunggu jadwal pengalihan Blok Rokan dari Chev­ron ke Pertamina pada 2021. Pro­ses tendernya akan dilakukan tahun ini.

“Jalurnya ada yang berdamping­an dan ada yang baru. Mengenai panjang jalur pipanya belum bisa disampaikan sekarang,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Program lain dalam masa transisi Blok Rokan tahun ini ialah ke­giatan pengeboran sumur mi­nyak dengan skema yang memungkinkan partisipasi Pertamina.

Menurut Dharmawan, untuk jum­lah sumur yang dibor dan nilai investasi yang akan dikeluarkan pada tahun ini belum bisa disebutkan karena kedua perusahaan masih membahasnya.

“Tim Pertamina masih melakukan optimalisasi karena secara le­gal masih dikelola Chevron. Namun, kami berupaya bisa dilakukan secepatnya,” tambahnya

Ia menambahkan dalam masa transisi juga dilakukan transfer pengetahuan pengelolaan Blok Rokan dari pihak CPI ke Pertamina.

Produksi perdana
Sebelumnya, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati menyatakan Pertamina melaksanakan produksi perdana minyak mentah (crude oil) bagian PT CPI di Blok Rokan, yang akan diolah di kilang minyak dalam negeri milik Pertamina.

Selama ini, minyak mentah ba­gian kontraktor kontrak kerja sa­ma (KKKS) seperti PT CPI seba­gian besar diekspor, sedangkan Per­tamina harus mengimpor minyak mentah dan kondensat sekitar 342.000 barel per hari.

Dengan terbitnya Permen ESDM No 42/2018, minyak mentah bagian KKKS diprioritaskan dijual ke Pertamina dan diolah di kilang minyak dalam negeri.

Pada tahap awal, periode Januari hingga Juni 2019, estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan.

Nicke menjelaskan Pertamina akan mengupayakan menyerap se­­maksimal mungkin minyak mentah bagian KKKS untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri sehingga dapat mengurangi impor minyak mentah.

Pemerintah menetapkan PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan di Riau mulai 9 Agustus 2021. Kementerian ESDM mencatat produksi minyak Blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari atau setara 26% produksi minyak nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer itu memiliki 96 lapangan, dengan tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas, dan Bekasap. Se­­jak beroperasi 1971 hingga 31 De­­sember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar ba­rel minyak. (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More