Hujan Ekstrem Guyur Jawa Tengah Selatan

Penulis: Liliek Dharmawan Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 02:30 WIB Nusantara
Hujan Ekstrem Guyur Jawa Tengah Selatan

MI/ LILIEK DHARMAWAN

HUJAN deras dengan intensitas di atas 100 milimeter yang mengguyur Jawa Tengah bagian selatan berdampak pada banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat, seperti di Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

Ribuan rumah di kedua kabupaten itu terendam banjir. Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan bahwa curah hujan memang ekstrem di sejumlah tempat.

“Kami mencatat curah hujan ekstrem di Kecamatan Adipala dengan intensitas hingga 204 milimeter (mm). Demikian juga di Kecamatan Bina-ngun yang mencapai 187 mm dan di Kota Cilacap mencapai 135 mm. Kami juga mengimbau masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana, karena potensi hujan ekstrem masih bisa terjadi sampai Jumat (18/1),” jelas Teguh, Kamis (18/1).

Masyarakat di wilayah rawan bencana harus berhati-hati dan bersiaga terhadap kemungkinan bencana seperti yang telah terjadi di Cilacap dan Kebumen.

Di Cilacap, banjir merendam empat desa di dua kecamatan, yaitu Kecamat-an Kroya dan Nusawungu. Ketinggian air di area persawahan mencapai 1,5 meter. Adapun di jalan, pekarangan, dan rumah warga mencapai 30 cm hingga 1 meter.

Dari Kebumen dilaporkan, banjir masih menggenangi sejumlah kecamatan di wilayah Kebumen bagian selatan. “Banjir di wilayah kota memang sudah mulai surut, tetapi untuk wilayah selatan Kebumen seperti Bonorowo, Adimulyo, Puring, dan Buluspesantren, ketinggian air  justru meningkat karena daerah itu merupakan wilayah cekungan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Muhyidin.

Banjir juga menggenangi tiga kelurahan di Kota Sampang, Jawa Timur. Penyebabnya ialah air Sungai Kemuning yang meluap. Ketinggian air rata-rata 1,5 meter. Kepala BPBD Sampang, Anang Joenaidi, mengatakan meluapnya air Sungai Kemuning disebabkan hujan deras di kawasan hulu bersamaan dengan pasangnya air laut.

Di Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 75 warga Dusun Merante, Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, yang menjadi korban banjir, kini menerima bantuan rumah dari Pemprov Bangka Belitung.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan banjir melanda Dusun Merante pada 2017. “Saat ini mereka sudah punya rumah layak. Insya Allah minggu depan rumah-rumah itu sudah dialiri listrik,” ujar Erzaldi saat menyerahkan secara simbolis rumah kepada korban banjir di Dusun Merante, Kamis (18/1).

Selain banjir, ancaman tanah longsor juga terjadi di beberapa tempat. Seperti di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tebing setinggi 5 meter longsor di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, kemarin. Longsoran tebing menimpa empat rumah warga dan jalan desa.

Ancaman tanah longsor juga terjadi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kali ini ancaman justru dari gunungan sampah di TPA Pasirsembung. Apalagi saat ini musim hujan sehingga gunungan sampah itu rawan longsor. Antisipasinya, saat ini dilakukan pemasangan pagar dari bambu untuk menahan tumpukan sampah.

Rawan tsunami
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Nelly Florida Riama, menyebutkan NTT masuk daerah rentan gempa dan tsunami. “Apalagi pernah terjadi tsunami di Flores,” kata Nelly saat menghadiri pertemuan dengan rombongan Komisi V DPR dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (18/1).

BMKG tengah menyiapkan alat peringatan dini tsunami untuk ditempatkan di daerah itu. (MG/RF/AS/BB/PO/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More