Penanganan DBD Harus Diutamakan

Penulis: (WJ/DG/N-3) Pada: Jumat, 18 Jan 2019, 02:15 WIB Nusantara
 Penanganan DBD Harus Diutamakan

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

DARI laporan 25 puskesmas di Kabupaten Sragen, Kamis (17/1), tercatat peningkatan kasus demam berdarah dangeu (DBD). Sampai saat ini total kasus DBD di sana sejak dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) mencapai 236 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hargiyanto menjelaskan, saat ini bagaimana kasus baru bisa dilaporkan segera sehingga ada upaya penyelamatan dan tidak memunculkan korban. Pembentukan posko DBD dari tingkat desa hingga kabupaten, dimaksudkan untuk percepatan penanganan jika ada kasus baru muncul.

Kini yang diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen dengan menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sampai lingkungan terkecil, pemberian obat abate dan penyemprotan fogging di wilayah endemis DBD, atau ditemukannya kasus baru DBD.

Kepala RSUD Sragen, Didik Haryanto, mengingatkan, jangan sampai penderita dibawa ke pusat layanan kesehatan dalam keadaan sudah shocked. Kondisi itu menyulitkan upaya penyelamatan. “Dua korban meninggal pada 1 dan 7 Januari silam karena masuk ke sini sudah dalam keadaan shocked. Meski sudah diupayakan penanganan secara intensif, sulit untuk menolong,” kata dia.

Ketiadakaan anggaran khusus untuk penanganan kasus KLB DBD di Sragen membuat seluruh pusat layanan medis harus bekerja keras, terutama dalam penyediaan cairan infus dan obat.

 Sementara itu, KLB DBD di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai menyebar ke kabupaten tetangganya. Di RSUD RSUD dr Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, tercatat 118 pasien DBD dan dua meningal.

“Dua pasien itu kondisinya sudah sangat parah sehingga tidak terselamatkan,” ujar Direktur RSUD Ruteng dr Elisabeth F Adur di Ruteng, Kamis (18/1).

Ia merincikan, dari 118 pasien sebanyak 79 orang termasuk dua orang yang meninggal merupakan warga Manggarai, sedangkan 39 orang lainnya merupakan rujukan dari Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Pihak RSUD Ruteng juga telah berusaha menelusuri riwayat pasien sebelum terkena DBD. Sebanyak 27 pasien tak diketahui riwayatnya, sedangkan sisanya berhubungan dengan kota Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat dan Borong, Manggarai Timur.

Sebanyak 46 pasien memiliki riwayat pernah tinggal atau bepergian ke Labuanbajo, 1 orang pasien pulang dari Kalimantan­ melalui Labuanbajo, dan 5 pasien berhubungan dengan Borong, Manggarai Timur.

“Dua pasien meninggal itu berhubungan dengan Labuanbajo. Satu orang ibu hamil pulang dari Kalimantan, singgah di Labuanbajo. Satu lagi warga Kota Ruteng yang pulang dari Labuanbajo,” ujar Elisabeth.
Di Kota Cimahi, Jawa Barat, sepanjang Januari ini ada 12 kasus DBD dan 1 meninggal. (WJ/DG/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More