KPAI Minta Identitas Sekolah yang jadi Gudang Narkotika tak Diungkap

Penulis: Antara Pada: Kamis, 17 Jan 2019, 15:59 WIB Megapolitan
KPAI Minta Identitas Sekolah yang jadi Gudang Narkotika tak Diungkap

MI/Pius Erlangga

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta identitas sekolah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba tidak diungkap oleh polisi, media massa maupun Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Hal itu agar para siswa, guru dan sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak mendapat nama buruk dari masyarakat," kata Retno melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (17/1).

Baca juga: Kamar Apartemen di Jakbar Jadi Gudang Narkoba

Retno juga meminta agar Dinas Pendidikan DKI Jakarta memeriksa sekolah yang bersangkutan agar modus pelaku dapat diwaspadai sehingga kasus serupa tidak terulang, baik di sekolah tersebut maupun di lembaga pendidikan lain.

Retno menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus tersebut. Menurut dia, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan."Anak-anak kita terancam dari bahaya narkoba," ujarnya.

Polsek Metro Kembangan menyita 355 gram sabu-sabu dan 7.910 butir psikotropika golongan IV serta obat obatan daftar G dari sebuah laboratorium di sebuah sekolah.

Dua orang pelaku berinisial DL dan CP yang merupakan kakak beradik mengubah laboratorium sekolah menjadi tempat penyimpanan narkoba sekaligus tempat tinggal mereka.

DL dan CP merupakan karyawan dari sekolah tersebut dengan status honorer yang tinggal di laboratorium sejak enam bulan terakhir. Keduanya disebut-sebut anak seorang pejabat di sekolah tersebut. (Ant/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More