Kamis 17 Januari 2019, 16:15 WIB

Sampah Menutup Aliran Sungai, Banjir Ancam Kudus

Akhmad Safuan | Nusantara
Sampah Menutup Aliran Sungai, Banjir Ancam Kudus

ANTARA

 

BENCANA banjir kembali mengancam Kudus, Jawa Tengah. Tumpukan sampah yang mencapai ribuan meter kubik menumpuk sepanjang 50 meter memenuhi aliran Sungai Piji mulai dari Jembatan Tiga di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (17/1), ribuan meter kubik sampah memenuhi sepanjang 50 meter di sungai Piji Kudus. Sampah plastik, batang dan akar pohon besar memenuhi sungai hingga menyumbat aliran air, sehingga dikhawatirkan akan mrngakibatkan banjir saat volume air sungai mengalami peningkatan.

Tumpukan sampah yang berasal dari Pegunungan Muria mulai terlihat sejak
Rabu (16/1) petang akibat terbawa arus sungai tersebut. Tumpukan sampah berhenti tepat di ujung jembatan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus hingga air tidak lagi dapat mengalir.

Puluhan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dibantu puluhan warga sejak pagi berusaha menyingkirkan tumpukan sampah di sungai tersebut. Namun karena dilakukan secara manual dengan peralatan sekadarnya, proses pembersihan hingga siang tidak terlihat hasilnya secara signifikan.

"Kita khawatir jika hujan lebat terjadi di daerah atas maka banjir besar tidak akan terhindar seperti lima tahun lalu karena tanggul jebol," kata Thamrin, 42, warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus.

 

Baca juga: Banjir Rendam Rejoso Pasuruan

 

Pengangkatan sampah yang merupakan kiriman dari Pegunungan Muria, ujar Haryo, 51, warga lainnya cukup berat. Pasalnya, sampah yang menumpuk mencapai ribuan meter kubik dan berupa plastik, batang dan akar pohon berukuran besar, sehingga dipetlukan alat berat untuk mengangkatnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursari Penanggungan mengatakan Sungai Piji merupakan salah satu yang terus dipantau sast musim hujan seperti saat ini, sehingga ketika ditemukan masalah yang dapat mengancam banjir langsung dilakukan penanganan.

"Saya langsung perintahkan petugas untuk melakukan pembersihan sampah di sungai itu. Jika kondisi tumpukan sampah cukup berat maka segera dikirim alat berar untuk melakukan pengangkatan," kata Bergas Catursari Penanggungan.

Pada Rabu (16/1) malam, banjir bandang menerjang wilayah Tayu, Kabupaten Pati. Banjir setinggi 50-100 centimeter tersebut selain merendam ratusan rumah di kawasan itu juga mengakibatkan jalan di beberapa desa tidak dapat dilintasi.

"Ada tiga titik jalan terparah yang tidak dapat dilewati kendaraan yakni di Desa Luang dan Kalikalong, Kecamatan Tayu dan Desa Bakalan, kecamatan Dukuhseti," kata Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo.

Banjir itu terjadi, ujar Sanusi, akibat meluapnya sungai Luwang karena terjadi hugan lrbat di bagian atas pegunungan bagian barat Pati sekitar pukul 16.00 WIB dan hingga tengah malam banjir baru mulai surut. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More