Kamis 17 Januari 2019, 15:45 WIB

ESDM Bangun Sumur Bor di Daerah Rawan Kekeringan Kalsel

Denny Susanto | Nusantara
ESDM Bangun Sumur Bor di Daerah Rawan Kekeringan Kalsel

ANTARA

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan pembangunan infrastruktur energi berupa pembangunan sumbur bor air tanah di sejumlah daerah rawan kekeringan di Kalimantan Selatan. Dalam periode 2015-2018, jumlah sumur bor yang dibangun di Kalsel sebanyak 50 buah.

"Program pembangunan sumur bor dari Kementerian ESDM ini sudah ada sejak 2015 di Kalsel yang bertujuan untuk membantu mengatasi kekeringan," kata Kepala Bidang Air Tanah pada Dinas ESDM Kalsel, Ali Mustofa, Kamis (17/1).

Pada 2018 dibangun sebanyak tujuh sumur bor dan satu sumur pantau air tanah di beberapa kabupaten rawan kekeringan, seperti Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Sedangkan pada 2019 direncanakan akan dibangun sebanyak 8 sumur bor masing-masing di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru.

Kedalaman sumur bor yang dibangun rata-rata 125 meter dengan biaya Rp400-650 juta per unit.

"Tiap unit sumur bor rata-rata mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 100 keluarga," ungkapnya.

Baca juga: 2019 TRGD Fokus Pembangunan Sumur Bor Sekitar Bandara

Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto mengatakan proyek ketersediaan air bersih ini diharapkan mampu menunjang pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah terpencil dan daerah rawan kekeringan. Air bersih, ucap Isharwanto, memiliki nilai strategis lantaran menjadi sumber kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan tingkat ketergantungan pasokan air baku dari air tanah yang begitu tinggi. Program ini juga sejalan dengan misi Kementerian ESDM dalam mengusung #EnergiBerkeadilan.

Selama periode 2013 sampai 2018 di Kalsel sudah terbangun 50 unit sumur bor  di sejumlah kabupaten/kota. Sementara secara nasional, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 500 titik sumur bor di 171 kabupaten atau 25 provinsi di seluruh Indonesia. Di Kalimantan Barat dibangun 8 unit, Kalimantan Timur sebanyak 39 unit, Kalimantan Tengah mendapat 4 unit dan Kalimantan Selatan 8 unit serta Kalimantan Utara 12 unit.

Program ini sudah dimulai sejak tahun 2005, melalui Badan Geologi yang telah berhasil membangun 1.782 titik sumur bor hingga akhir 2017 di Indonesia. Jumlah titik itu menghasilkan kapasitas air sebesar 112,4 juta m3 per tahun dan mampu melayani sebanyak 4,9 juta jiwa.

Sebelumnya, Kementerian ESDM meresmikan penyediaan delapan unit sumur bor yang tersebar di tujuh kecamatan dan empat kabupaten/kota di Kalsel. Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan pembangunan sumur bor di Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru merupakan usulan pemerintah kabupaten setempat.

Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setyawan, mengapresiasi bantuan yang telah diberikan ini. Selama ini ketika datang musim kemarau, suplai air bersih di wilayahnya cukup sulit. Di sisi lain, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Banjarbaru baru bisa memenuhi 65% kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. Sehingga sumur bor sangat membantu masyarakat khusus masyarakat daerah terpencil dan rawan kekeringan.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More