Komnas HAM Sebut Visi Misi Kedua Paslon Miskin Imajinasi HAM

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 14:59 WIB Politik dan Hukum
Komnas HAM Sebut Visi Misi Kedua Paslon Miskin Imajinasi HAM

MI/ADAM DWI

KOMISIONER Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menilai bahwa visi misi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden miskin imajinasi soal HAM. Menurutnya, selama masa kampanye, kedua kubu tidak menunjukan orientasi yang jelas dan berkutat seputar hoaks.

"Saya sudah baca visi misi dengan seksama, menyedihkan, memang dua-duanya miskin imajinasi soal HAM. Uraiannya lompat-lompat, langsung pada program. Tidak ada orientasi yang jelas, seperti bagaiamana menyelesaikan kasus-kasus HAM,"ungkapnya saat mengisi diskusi yang bertajuk Menyigi visi misi Capres-cawapres bidang HAM di Kantor Kode Inisiatif, Jakarta, Rabu (16/1).

Baca juga: KPU tidak akan Fasilitasi Tes Mengaji Capres

Jika saat debat hanya menjelaskan soal remeh temeh, kata Amiruddin, sudah ada undang-undang yang menjawabnya. Ada persoalan di depan mata yang harus diselesaikan untuk menjaga keutuhan bangsa.

"Mana orientasinya dalam visi misi mereka, Papua mau diapakan. Kita menghadapi situasi yang resah sehingga muncul gejala intoleransi yang luar biasa. Apa yang disiapkan penangananya. Ini yang saya tidak dapat dalam visi misi mereka,"jelasnya.

Debat, kata Amiruddin, sesungguhnya merupakan etalase isi kepala dari seorang calon pemimpin. Dimana kedua kandidat paslon tidak perlu takut menunjukan kempuannya.

"Pamerkan disitu, isi kepala anda (kedua paslon). Ini kok takut berdebat. Mestinya presiden baru nanti, sudah membuat refleksi bahwa ini 20 tahun macet (kasus HAM), lima tahun kedepan kita buat begini yang baru, kan gitu,"katanya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More