NTRL tidak Sangka Sudah 25 Tahun Berkiprah

Penulis: Antara Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 16:00 WIB Hiburan
NTRL tidak Sangka Sudah 25 Tahun Berkiprah

Medcom.id

GRUP band NTRL tidak menyangka telah 25 tahun berkarier di dunia musik pada tahun ini.

"Gue sih enggak pernah nyangka bisa sejauh ini. Karena yang gue pikirin cuma berkarya-berkarya aja pokoknya," ujar Bagus dalam peluncuran boxset NTRL XXV di Jakarta, Selasa (15/1).

Dua puluh lima tahun berkontribusi di industri musik bukan waktu yang sebentar. Namun karena dijalani dengan kesenangan, grup band NTRL tidak merasa telah melewati perjalanan panjang.

NTRL terdiri dari Bagus (vokal dan bass), Coky (gitar) dan Eno (drum). Awalnya, band ini bernama NETRAL. Namun, pada 2015, mereka berganti nama menjadi NTRL.

Hal ini dikarenakan mantan personelnya, Bimo mematenkan nama tersebut sehingga NTRL tidak boleh menggunakan nama itu lagi.

Baca juga: Kimokal Rilis Video Musik Wanderlust

Dalam perjalanannya, NTRL telah memiliki 14 album dan berganti personel sebanyak dua kali.

Menurut Bagus yang sudah ada sejak NTRL pertama didirikan, perjalanan 25 tahun sangat luar biasa. Selama bersama NTRL, ia pun tidak pernah merasakan duka.

"Dua puluh lima tahun enggak terasa. Dari ngeband-ngeband enggak jelas, bikin demo album, diterima jadi album pertama, ganti personel dan punya 14 album itu luar biasa banget," kata Bagus.

"Karena kita kebanyakan sukanya sih," lanjutnya.

NTRL sendiri awal tidak sadar jika usia band mereka sudah 25 tahun.

Menurut Bagus, Coky dan Eno, justru yang mengingatkan adalah orang lain.

"Kita enggak pernah perhatiin timeline juga sih. Bikin lagu aja terus, yang ngingetin orang lain justru. Kalau kita bertiga (formasi Bagus, Coky, Eno) udah 15 tahun cuma enggak kerasa kayak baru kenal kemaren," jelas Coky. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More