Kekayaan Budaya Cerminan Jati Diri Bangsa Asia

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 15:15 WIB Humaniora
Kekayaan Budaya Cerminan Jati Diri Bangsa Asia

Ist

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan keragaman budaya di Benua Asia merupakan kekayaan yang ada sejak zaman dahulu hingga sekarang. Indonesia yang menjadi bagian dari keragaman tersebut telah membuktikan perbedaan budaya dapat mengikat dengan toleransi dan modernisasi.

Indonesia, menurut Wapres, telah berhasil mengembangkan budaya yang sangat kaya yang mencerminkan pencerahan budaya dan agama.

“Negara Indonesia mengakui keragaman budaya, seraya menekankan persatuan sebagaimana tercermin dalam moto dan prinsip negara kami, Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity)," ungkap Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat berpidato pada Peluncuran Resmi Dewan Kebudayaan Asia (ACC) di The Elephant Terrace Angkor Park, Selasa (15/1) malam.

Dalam pandangan Jusuf Kalla, budaya merupakan produk dari usaha manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Perbedaan lokasi, iklim, dan interaksi eksternal membentuk variasi budaya tersebut.

“Itulah sebabnya negara-negara Asia sangat berwarna dalam hal budaya dari satu tempat ke tempat lain. Negara-negara Asia memainkan peran penting dalam kemajuan budaya dan peradaban global,” paparnya.

Baca juga: Mandeh Jadi Raja Ampat Sumatra

Dalam pidatonya, Wapres juga mengutip sebuah kalimat dari Kahlil Gibran yang mengatakan "Biarkan perbedaan kebudayaan menjadi samudera yang menyatukan jiwa-jiwa kita" yang mengandung makna bahwa perbedaan budaya harus mempersatukan kita bukan memisahkan kita.

"Ada banyak kesamaan di antara budaya kita yang perlu kita kembangkan untuk perbaikan kehidupan manusia secara keseluruhan,” jelasnya.

Jusuf Kalla juga menuturkan bahwa ia menghargai inisiatif membentuk Dewan Budaya Asia ini di dalam ICAPP dan berharap ACC ini dapat meningkatkan kerja sama di antara negara-negara Asia di bidang tata kelola budaya dan pembangunan berkelanjutan, selain dapat memfasilitasi pengetahuan dan berbagi pengalaman, juga lebih banyak tindakan di luar retorika dan pertemuan belaka.

“Saya percaya dewan ini dapat mempromosikan identitas anggota, sebuah identitas perdamaian, toleransi, dan kasih sayang orang Asia, semua ini sangat penting dalam membangun kembali peradaban dunia yang lebih damai,” ujarnya.

Di hadapan anggota partai politik dari berbagai ideologi dan negara di Asia, serta anggota Konferensi Internasional Partai Politik Asia (ICAPP), Wapres mengungkapkan ia meyakini di bawah naungan Dewan Budaya Asia, akan ada kemitraan yang semakin kuat di antara masyarakat Asia.

“Ini memang upaya penting menuju kawasan yang harmonis dan makmur dan saya merasa terhormat menjadi bagian dari upaya mulia ini,” pungkasnya.

Selain Ibu Mufidah, turut mendampingi Wapres pada acara tersebut di antaranya Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Dubes RI Phnom Penh Sudirman Haseng, Duta Besar Makarim Wibisono, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Alwi Hamu, Agung Laksono, Pieter Wattimena, dan Yasril Ananta Baharuddin. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More