Menpora Target Indonesia Jadi Pusat eSport di Kawasan ASEAN

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 11:05 WIB Olahraga
Menpora Target Indonesia Jadi Pusat eSport di Kawasan ASEAN

ANTARA

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku, tengah fokus kepada pengembangan atlet dan kompetisi di bidang olahraga elektronik (eSport).

Menurutnya, eSport sudah menjadi kegandrungan anak muda di seluruh Tanah Air.

Di mana, lanjut Imam, kaum milenial itu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain bersama teman dan lawannya.

“Seperti enggak jelas begitu. Tetapi secara prestasi, kita patut bergembira dengan hal itu,” terangnya saat melalukan kunjungan kerja di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (16/1).

Imam menjelaskan, kegembiraan itu patut kita rasakan karena baru kali ini di Asia eSport dipertandingkan di multi iven Asian Games 2018 lalu.

Meski memang belum dipertandingkan secara kompetisi, namun hanya sebatas eksebisi.

“Tapi secara prestasi kita menggembirakan sekali. Anak-anak muda yang menggandrungi itu adalah prestasi dan patut didukung,” ungkapnya.

 

Baca juga: Blusukan Deklarasikan Jokowi Milenial lewat Turnamen eSport

 

Oleh karena itu, Imam menargetkan, Indonesia bisa menjadi hub (pusat) eSport di kawasan ASEAN. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga harus menjadi produsen.

Pasalnya, atlet eSports sama seperti atlet olahraga lainnya yang butuh pembinaan. Hal itu dibutuhkan untuk menunjang prestasi nasional maupun internasional.

“Mereka akan membela negara ini. Dan kita ingin melahirkan banyak atlet serta konten-konten eSport,” tandasnya.

Pada Asian Games 2018 lalu, eSport termasuk salah satu olahraga yang dipertandingkan. Saat itu, atlet Ridel Yesaya Sumatandal di bawah naungan Pengurus Nasional Perkumpulan Olahraga Elektronik Indonesia (IeSPA) berhasil mendulang medali emas setelah bertanding di gim Clash Royale. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More