Adu Pikat Jelang Debat Perdana

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 07:15 WIB Politik dan Hukum
Adu Pikat Jelang Debat Perdana

Dok.KPU

DUA hari menjelang debat pertama pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, para ketua umum partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin menggelar konsolidasi bersama Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan yang digelar di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, tadi malam, selain calon presiden nomor urut 01 Jokowi, juga hadir Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, dan Ke-tua Umum PSI Grace Natalie.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Johnny G Plate, mengakui pertemuan itu turut membahas debat yang akan digelar pada 17 Januari.

"Mematangkan persiapan debat sekaligus makan malam," ujarnya.

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy melalui akun Instagram-nya menyebut pertemuan itu sebagai 'ngopi' alias ngobrol pintar.

Dia mengatakan para ketua umum partai berkumpul guna memberikan masukan kepada Jokowi serta memaparkan hasil aspirasi masyarakat.

Sebelumnya, capres peta-hana Jokowi menerima dukungan dari ribuan alumnus Universitas Indonesia di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1).

Dalam kesempatan itu Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah bubar.

Menjelang debat, capres nomor 02 Prabowo Subianto menggelar pidato kebangsaan bertema Indonesia menang di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam.

Hadir dalam acara itu cawapres Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Dalam pidatonya, mantan Danjen Kopassus itu menawarkan reorientasi pembangunan pada lima aspek, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air bersih, sistem pemerintahan, dan angkatan perang yang unggul.

Seperti diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melaksanakan lima kali debat dalam Pilpres 2019. Debat pertama esok malam di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, bertema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Siapkan amunisi
Kubu Jokowi-Amin mengaku menyiapkan dua isu yang akan dibawa dalam debat perdana. Pertama, soal dugaan pelanggaran HAM dan penghilangan orang oleh Prabowo Subianto. Kedua, penanganan kasus korupsi yang menyeret korporasi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional  Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut kasus korupsi oleh PT Duta Graha Indah (DGI) yang berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjineering (NKE) penting untuk dikaji.

"Semua orang tahu komisarisnya ialah pasangan paslon 02. Jadi ini tentu ruang dan hal strategis untuk kita minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo."

Di lain pihak, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memastikan pihaknya akan menuntaskan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan jika diberi kepercayaan oleh rakyat pada 17 April mendatang.

"Pak Jokowi sampai sekarang tidak mampu menyelesaikan kasus Novel, Pak Prabowo jamin kurang dari 100 hari pertama jadi presiden akan tuntas," kata juru bicara BPN, Andre Rosiade, di Jakarta, kemarin.

Prabowo-Sandi, kata dia, sudah siap menghadapi debat perdana. "Pidato kebangsaan yang direspons sangat positif oleh masyarakat menjadi suntikan semangat bagi Pak Prabowo dan Pak Sandi menghadapi debat," ungkap Andre.

Namun, terkait kasus, Profesor Riset Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris menyayangkan KPU tidak memperbolehkan mengangkatnya dalam debat.

"Padahal melalui kasus itu kita bisa melihat solusi kedua paslon," kata Syamsuddin di Jakarta Pusat, kemarin. (Mal/Ths/Njr/*/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More