Selasa 15 Januari 2019, 10:26 WIB

Banjir Rendam Rejoso Pasuruan

Abdus Syukur | Nusantara
Banjir Rendam Rejoso Pasuruan
 

HUJAN deras sepanjang hari mendatangkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Selasa (15/1). Ribuan rumah dan sejumlah fasilitas umum di Desa Sadengrejo dan Toyaning, terendam banjir.

Dari data yang dihimpun, banjir paling parah terjadi di Desa Sadengrejo, dengan ketinggian air antara 1-1,5 meter. Sedangkan di Desa Toyaning, ketinggian air mencapai 50 centimeter.

Dengan ketinggian air yang mencapai 1-1,5 meter, aktivitas masyarakat di Desa Sadengrejo berhenti total. Ribuan rumah terendam dan bahkan SDN Sadengrejo, terpaksa meliburkan murid-muridnya karena lembaga pendidikan itu terendam banjir.

"Di Desa Sadeng, ketinggian air cukup signifikan, kalau di Desa Toyaning, masih lumayan. Penyebabnya karena hujan lokal dan tidak ada sungai yang meluap," kata Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Menurut Bakti, sepanjang Senin (14/1) hingga Selasa (15/1) dini hari, hujan dengan tingkat intensitas yang tinggi terjadi di Kecamatan Rejoso dan sejumlah kecamatan lain di sekitarnya.

Baca juga: Dampak Supermoon, Nias Waspadai Potensi Banjir Rob

Selain hujan lokal, banjir juga terjadi karena saluran irigasi di dua desa, Sadeng dan Toyaning, mengalami kerusakan paska pembangunan jalan tol Pasuruan-Gempol.

"Di Desa Sadeng, gorong-gorong hanya tinggal satu saja, lainnya rusak semua. Kami juga bingung untuk membuang genangan banjir, karena tidak ada saluran lagi. Makanya kami hanya bisa menunggu hingga air surut melalui satu-satunya gorong-gorong itu," urai Bakti.

Terkait banjir di kedua desa tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan juga meminta agar Jasa Marga memperhatikan kondisi banjir yang menimpa masyarakat. Terutama untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah gorong-gorong yang rusak pascapembangunan jalan tol. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More