Perpres Pengembangan Kendaraan Listrik Terbit Bulan Ini

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Senin, 14 Jan 2019, 22:09 WIB Ekonomi
Perpres Pengembangan Kendaraan Listrik Terbit Bulan Ini

Ilustrasi--thinkstock

PEMERINTAH tengah menyiapkan payung hukum Untuk mendukung pengembangan kendaraan bertenaga listrik.

Regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) akan terbit pada Januari ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan memberikan sejumlah fasilitas kemudahan, seperti insentif fiskal dan pajak yang lebih murah.

"Kalau tidak salah, PPnBM-nya itu lebih rendah sekitar 50% dibandingkan mobil biasa," ujar Sri Mulyani seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Senin (14/1).

Selain itu, sambung Menkeu insentif lainnnya yang tengah disiapkan guna mendukung industri pendukung kendaraan listrik dari sisi hulu, seperti industri baterai, industri charging station, serta industri komponen.

Jaminan kesempatan bagi industri otomotif dalam negeri juga akan diperkuat melalui perpres tersebut.

"Rancangan perpresnya sudah diformulasikan. Tentu kami perlu konsultasi dengan DPR karena sesuai dengan UU Pajak Pertambahan Nilai, kita harus menyampaikan konsultasi," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi berkeinginan agar Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan bermotor listrik.

Baca juga : Perpres Kendaraan Listrik Difinalkan Pada Ratas Hari Ini

Pasalnya, banyak negara mulai berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi kendaraan bermotor listrik ini.

Selain ramah lingkungan, menurutnya pengembangan kendaraan bermotor listrik juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Melalui kendaraan bermotor listrik kita juga dapat mengurangi pemakaian BBM, mengurangi ketergantungan pada impor BBM yang berpotensi menghemat kurang lebih Rp798 triliun," ujar Presiden.

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada menteri terkait segera menyiapkan dan selesaikan beleid mengenai pengembangan kendaraan bermotor listrik.

Selain itu, ia juga meminta agar aturan dibuat secara terpadu dan terintegrasi antar kementerian/lembaga.

"Tentu saja jangan lupa melibatkan swasta baik dari sisi risetnya, inovasinya, anggarannya sampai dengan penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan. Sehingga negara kita dapat beralih lebih cepat lagi menjadi pemain utama dalam kendaraan bermotor listrik," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More