Pidato Prabowo Hanya Daur Ulang Isu Lama

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 14 Jan 2019, 21:52 WIB Politik dan Hukum
Pidato Prabowo Hanya Daur Ulang Isu Lama

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

MENANGGAPI orasi politik dari calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto yang dilangsungkan malam ini secara daring, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menilai pidato tersebut tidak mencakup hal-hal baru dan hanya mendaur ulang isu lama.

"Substansi Pidato Kenegaraan Prabowo hanya mendaur ulang isu-isu lama dan tidak ada hal baru," tutur Plate dalam pesan singkatnya, Senin (14/1).

Lebih lanjut Plate menilai daftar panjang yang dibuat Prabowo yang dipandangnya sebagai masalah bangsa, hanya sebatas masalah semata tanpa ada usulan konkrit maupun jalan keluar untuk memecahkan persoalan tersebut.

Pemaparan Prabowo dalam pidato tersebut, ungkap Plate tidak didukung data yang komprehensif dan hanya berupa penggalan data sebagai pendukung narasi agitasi yang dibangun.

Narasi agitasi itu sendiri nantinya ditujukan untuk mendulang dukungan dari undiceded maupun swing voters.

Baca juga : Malam ini Prabowo akan Sampaikan Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang"

"Konsep reorientasi yang ditawarkan hanyalah berisi slogan-slogan dan bersifat umum. Gambaran umum dan kesan yang diterima tidak lebih dari janji indah saja tanpa program konkrit yang berbasis data valid," jelas Plate.

Plate bahkan menduga pidato yang disampaikan melalui gaya retorika tersebut hanya dibaca Prabowo melalui teleprompter (layar yang menampilkan teks bagi presenter).

Ia mengimbau raykat untuk tidak tertipu dengan hal tersebut yang seolah-olah menunjukkan bahwa pidato  disampaikan oleh orator yang tanpa teks, yang sesungguhnya dibaca melalui teleprompter (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More