Senin 14 Januari 2019, 15:30 WIB

Shukurali Pulatov, Pemain Asing Pertama yang Mendarat di Semen Padang

Yose Hendra | Sepak Bola
Shukurali Pulatov, Pemain Asing Pertama yang Mendarat di Semen Padang

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Pesepak bola asal Uzbekistan Shukurali Pulatov (kiri) mengikuti latihan bersama tim Semen Padang FC di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (14/1/2019).

 

SEMEN Padang FC resmi merekrut Shukurali Pulatov, 28, asal Uzbekistan. Pulatov yang berpos di belakang ini, menjadi rekrutan pemain asing pertama yang dilakukan manajemen Kabau Sirah.

Pulatof juga melengkapi komposisi ideal lini pertahanan Semen Padang, setelah sebelumya melabuhkan Syaiful Indra Cahya dan Muhammad Rifqi.

"Pulatov sudah sampai di Padang  (markas Semen Padang FC), Minggu (13/1), setelah terbang cukup jauh dari Uzbekistan dengan beberapa kali transit," ungkap Manajer Semen Padang FC Win Bernadino, Senin (14/1).

Dia menjelaskan, dari Jakarta ke Padang, Pulatov didampingi pelatih kiper Zulkarnaen Zakaria, yang baru selesai mengikuti kursus kepelatihan kiper.

Kendati demikian, Pulatov masih harus menjalani tes medis sebelum benar-benar dikontrak secara permanen.

"Statusnya sudah prakontrak. Nanti akan naik menjadi kontrak full setelah mengikuti tes kesehatan," kata Win.

Baca juga: Muhammad Rifqi Ikut Perkuat Lini Belakang Semen Padang FC

Win menambahkan, Pulatov sendiri ikut jadwal latihan tim Senin (14/1) pagi di Stadion GoR Haji Agus Salim.

Berdasarkan data transfer market, Shukurali Pulatov memiliki tinggi badan 1,83 meter dan berposisi sebagai pemain belakang. Pemain kelahiran 23 Februari 1990 ini sebelumnya memperkuat Neftchi Fergana yang berlaga di Super League Uzbekistan.

Usai kembali ke Liga 1, Semen Padang FC menargetkan masuk lima besar, sehingga saat aktif di bursa transfer. Setidaknya, sudah 9 pemain lama yang tidak dipakai lagi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More