Surplus Perdagangan Global Tiongkok Jatuh pada 2018

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Senin, 14 Jan 2019, 14:30 WIB Internasional
Surplus Perdagangan Global Tiongkok Jatuh pada 2018

Fred DUFOUR / AFP

VOLUME perdagangan global Tiongkok naik tahun lalu tetapi surplusnya turun lagi karena impornya melebihi ekspornya. Data resmi dirilis Senin (14/1) di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Total perdagangan mencapai US$4,62 triliun, naik 12,6% dari 2017. Menurut data bea cukai. Tetapi surplus perdagangan untuk ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 16,2% menjadi US$351,76 miliar, karena impor naik 15,8% sementara ekspor naik 9,9%.

"Perdagangan luar negeri Tiongkok telah berkembang dengan mantap dan mencapai rekor tertinggi dalam volume impor dan ekspor," kata Li Kuiwen, juru bicara administrasi kepabeanan Tiongkok, seperti dilansir AFP.

Surplus Tiongkok dengan AS adalah masalah dengan pemerintahan Presiden Donald Trump yang memasang tarif impor baru atas barang-barang Tiongkok senilai miliaran dolar tahun lalu.

Bea Cukai belum merilis informasi tentang perdagangan bilateral AS-Tiongkok. Tetapi impor kedelai Tiongkok turun 7,9% tahun lalu menjadi 88 juta ton.

Baca juga: Kepolisian Tiongkok Mulai Selidiki Vaksin Kedaluwarsa

Secara tradisional Tiongkok mengimpor kedelai Amerika dalam jumlah besar di paruh kedua tahun ini. Tetapi pembelian itu jatuh setelah Tiongkok memukul kedelai AS dengan tarif impor pembalasan 25% pada musim panas ini.

"Administrasi bea cukai akan bekerja untuk meningkatkan lingkungan bisnis negara itu dan memperluas perdagangan luar negeri untuk menjaga pekerjaan, sektor keuangan, perdagangan luar negeri, investasi asing" stabil, kata Li.

Delegasi besar AS mengakhiri kunjungan tiga hari ke Beijing pekan lalu untuk membahas perdagangan tatap muka pertama sejak Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping sepakat gencatan senjata selama tiga bulan pada Desember lalu.

Pemerintahan Trump juga ingin Beijing membeli lebih banyak barang-barang Amerika untuk mempersempit celah perdagangan dan memungkinkan pemain asing akses yang lebih baik ke pasar Tiongkok.

"Tiongkok akan bekerja untuk meluruskan friksi perdagangan dengan AS tahun ini," kata Menteri perdagangan negara itu mengatakan kepada media pemerintah pada Jumat (10/1).

Dengan tarif AS yang diberlakukan, ekspor yang suram telah menegaskan bahwa Beijing butuh banyak konsumen untuk menumbuhkan ekonominya.

Tetapi serangkaian data ekonomi yang buruk telah menambah kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok yang diperkirakan telah berkurang menjadi sekitar 6,5% dalam pertumbuhan pada 2018, turun dari 6,9 % pada 2017.

Penjualan mobil penumpang tahunan Tiongkok turun tahun lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. Hal ini karena perang dagang dengan AS telah mengguncang kepercayaan konsumen dan Beijing mengekang pembiayaan mobil.

Biaya produksi barang-barang di pabrik-pabrik Tiongkok melambat tajam pada Desember. Menjadi sebuah tanda permintaan tetap lemah, sementara inflasi konsumen juga menurun.

Data resmi menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi pada Desember untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More