Minggu 13 Januari 2019, 15:45 WIB

Tim Polres dan Lapas Cilacap Ringkus Napi yang Kabur

Liliek Dharmawan | Nusantara
Tim Polres dan Lapas Cilacap Ringkus Napi yang Kabur

Thinkstock

 

TIM gabungan dari Polres Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilacap berhasil meringkus seorang napi yang kabur dari LP setempat. 

Napi bernama Nur Hidayat alias Edo, 32, warga Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jabar tersebut berhasil ditangkap di Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Cilacap.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Cilacap Ajun Komisaris Onkoseno Grandiarso Sukahar menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya napi kabur pada Rabu (9/1) lalu. 

"Kemudian, kami melakukan penyelidikan bersama dengan pihak LP Cilacap. Dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan melakukan pengejaran di sejumlah lokasi di Cilacap. Ternyata, napi tersebut berpindah-pindah tempat. Baru pada Jumat (11/1), tim gabungan berhasil menangkap napi tersebut," tegas Kasat Reskrim di Polres Cilacap pada Sabtu (12/1).

 

Baca juga: Perekaman e-KTP Lambat, Napi di Sumut Terancam Kehilangan Hak Pilih

 

Tim gabungan berhasil menangkap Nur Hidayat ketika dia berada di kebun jagung. Dia di desa setempat menumpang di rumah kawannya. Namun, petugas sudah mengetahui tempat persembunyiannya.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Cilacap Hasan mengatakan Nur Hidayat merupakan napi kasus pencurian sepeda motor dengan vonis 2 tahun penjara. 

Ia mengatakan, sejak akhir Desember, yang bersangkutan ditugaskan sebagai tamping dengan tugas membersihkan halaman dan mengatur parkir kendaraan pengunjung Lapas Cilacap. 

"Ternyata, hal itu justtu dimanfaatkan untuk kabur. Ia tidak kembali saat diminta memfoto kopi dokumen dengan sepeda motor milik Lapas Cilacap. Karena tidak kembali, kami melapor ke Polres Cilacap dan melakukan pencarian," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More