ERP Jakarta Terancam Molor Lagi

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 10:15 WIB Megapolitan
ERP Jakarta Terancam Molor Lagi

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Widjatmoko mengatakan ada perubahan komposisi konsorsium terhadap tiga perusahaan yang lolos tahap prakualifikasi dalam tender penyediaan sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP).

Perubahan komposisi konsorsium peserta tender ERP terpaksa dilakukan lantaran mundurnya salah satu perusahaan penyedia dari tender. Perusahaan itu mundur karena tidak jelasnya nasib dari proyek ERP tersebut.

“Tadi saya dapat informasi dari ketua panitia, informasi yang diberikan oleh calon penyedia itu ada perubahan komposisi konsorsium,” kata Sigit, kemarin.

Selain perusahaan asal Norwegia, Q-Free, ada dua perusahaan lainnya sebagai penawar, yakni PT Bali Towerindo Sentra Tbk dan perusahaan asal Swedia, Kapsch TrafficCom.

“Dalam tahap prakualifikasi kategori lelang umum, syaratnya harus diikuti minimal tiga peserta. Peserta sebagai penyedia kan berkonsorsium, salah satu anggota konsorsium mengundurkan diri maka diganti dengan anggota yang baru. Itu lagi berproses. Kita juga sedang minta legal opinion untuk mereview hal tersebut,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan meminta pendapat Kejaksaan Agung atas tender proyek ERP itu. Ia meminta Kejagung mengecek masalah yang ada di proyek ERP.

“Nanti kita lihat dengan panitia, tapi memang kita lagi menunggu fatwa dari Kejaksaan soal proses (ERP),” kata Anies di Balai Kota, Jumat (11/1) lalu.

Ia pun menyayangkan berlarut-larutnya proses tender ERP. Karena itu, ia ingin ada pendampingan dari Kejagung agar tidak ada dampak hukum dari proses tersebut.

Anies juga ingin ada koreksi langsung dari Kejagung dalam proses lelang ERP. Dia tak ingin ada masalah di kemudian hari akibat proses tersebut.

Anies tak ingin terlalu ambil pusing soal kapan sistem ERP akan diberlakukan.

Pasalnya, membangun transportasi umum di Jakarta lebih penting jika dibandingkan dengan proyek jalan berbayar. (Fer/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More