Preman Pensiun nan Realistis

Penulis: */M-2 Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 05:10 WIB Hiburan
Preman Pensiun nan Realistis

DOK. PREMAN PENSIUN MOVIE

TIGA tahun berselang, Kang Mus, panggilan Muslihat (Epy Kusnandar) masih juga doyan tidur di sofa ruang tamu rumahnya sambil tengkurap. Setelah dibangunkan Esih (Vina Feriana), ia mengusap air liur di samping bibirnya sembari meminta kopi.

Saat ini, semua preman ‘asuhan’ Kang Mus sudah turut pensiun. Murad dan Pipit menjadi satpam mal, Gobang berternak lele, dan Dikdik berjualan jaket. Sementara itu, Ujang menjadi mandor di rumah olahan Kecimpring milik Kang Mus, Bohim bekerja di distro, dan Mang Uu pulang ke kampung halamannya untuk menjadi pawang kuda lumping.

Namun, suatu insiden yang menewaskan adik Gobang, Dayat, mengusik masa pensiun mereka. Mantan preman di terminal Cicaheum itu mengajak rekan-rekannya untuk mengungkap peristiwa tersebut, tanpa sepengetahuan Kang Mus. Belakangan, terungkap insiden itu ialah sosok yang familier bagi mereka.

Film drama komedi ini merupakan lanjutan dari sinetron Preman Pensiun yang tamat 2016 dan sempat menjadi idola di masyarakat.

Menurut sang kreator merangkap sutradara, Aris Nugraha, hanya butuh 21 hari syuting untuk menyelesaikan film ini. Pembuatan naskahnya pun hanya 14 hari.

Dijumpai pada acara Gala Premiere Film Preman Pensiun di Epicentrum XXI Jakarta, Kamis (10/1), ia menuturkan bahwa sebelumnya tidak memiliki bayangan tertentu akan akhir cerita Preman Pensiun setelah versi layar kacanya usai.

“Saya tidak pernah tahu ending script yang sedang saya buat karena saya lebih suka berjalan dengan alami, sambil minum kopi dan jalan-jalan,” jelasnya.

Aris juga mengaku tidak suka jika naskahnya dikoreksi produser atau siapa pun. Bahkan, dalam pembuatan film ini juga, ia mengedit dan memberikan musik sendiri.

Medium layar lebar memungkinkan cerita Preman Pensiun lebih kompleks. Namun, pada beberapa bagian, terdapat pengulang­an adegan yang agak mengganggu, seperti saat Kang Mus mencium tangan bekas memegang ketiaknya.

Kemudian, walau terkadang menampilkan atmosfer tegang, film ini tetap bersematkan dengan dialog-dialog kocak sebagaimana serial televisinya.

Meskipun begitu, pada bagian akhir, film yang tayang serentak di jaringan bioskop mulai 17 Januari tersebut mampu menyuguhkan penyelesaian realistis yang tidak semata mengandalkan hahaha. (*/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More