BPBD Palu Buat Microzonasi sebagai Mitigasi Bencana

Penulis: Mitha Meinansi Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 17:40 WIB Nusantara
BPBD Palu Buat Microzonasi sebagai Mitigasi Bencana

ANTARA

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah melakukan penelitian terhadap tanah (microzonasi) yang nantinya akan menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana di daerah tersebut.

"Microzonasi atau mengukur tingkat kerentanan tanah itu sudah selesai dilakukan," ucap Kepala BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, di Palu, Sabtu (12/1).

Presly mengaku bahwa penelitian atau microzonasi itu telah dipikirkan dan dilaksanakan sejak dirinya dilantik menjadi Kepala BPBD Kota Palu pada 2017.

Dia mengatakan sekitar 400 titik di Kota Palu yang telah diteliti dan nantinya akan diberikan keterangan dari setiap titik. Jarak antartitik yaitu kurang lebih 500 meter. Penelitian itu melibatkan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat.

"Hasil dari penelitian yaitu di setiap titik akan ada indeks-indeksnya di setiap permukaan tanah, yang bervariasi yaitu ada tanah yang keras dan lembek," sebut dia.

Hasil itu, sebut dia, nantinya dapat menjadi dasar dalam revisi tata ruang untuk menghasilkan pemanfaatan ruang yang berbasis kebencanaan.

"Per 500 meter, jadi kalau nantinya di-klik, maka akan terbaca BGA (getaran tanah)-nya. Kalau BGA-nya tinggi, maka tanah tersebut terdapat getaran yang tinggi. Dengan demikian, apa langkah yang dilakukan bila ada tanah yang getarannya tinggi," sebut dia.

Karena itu, urai dia, dari setiap titik per 500 meter tersebut, harus memuat keterangan mengenai persyaratan bangunan gedung seperti apa, berdasarkan hasil BGA-nya.

"Seperti itu mitigasi awal dalam konsep microzonasi. Nantinya microzonasi yang sudah dibuat oleh kementerian dan instansi terkait pascabencana akan dipadu dengan microzonasi yang telah lebih dahulu ada di BPBD Palu," urai dia.

Selanjutnya, kata dia, hal itu akan menjadi input untuk Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Perizanan dan sebagainya, sehingga bangunan gedung dapat tanah gempa atau dalam pendirian bangunan gedung harus melihat dan memperhatikan secara seksama hasil tersebut.

"Tindak lanjut dari hasil penelitian itu adalah klasifikasi ruang disertai dengan syarat-syarat pemanfaatan ruang tersebut. Nah, itu nanti didesain oleh PU, Tata Ruang dan Perzinan," kata dia.

Saat ini, urai dia, BPBD Palu sedang membuat atau menyiapkan aplikasi dari microzonasi tersebut, kemudian peta hasil penelitiannya akan diserahkan kepada setiap kelurahan.

Dia berharap agar hal itu dapat diimplementasikan oleh SKPD-SKPD lainnya di Kota Palu dalam pemanfaatan ruang wilayah. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More