Tingkatkan Partisipasi Milenial, KPU Gaet Relawan Demokrasi

Penulis: Nurjiyanto Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 16:37 WIB Politik dan Hukum
Tingkatkan Partisipasi Milenial, KPU Gaet Relawan Demokrasi

ANTARA

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menuturkan dalam mendorong partispasi kelompok milenial (usia 17-30) pihaknya telah melakukan sosialisasi baik turun langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, pihaknya mengaku telah membuat program relawan demokrasi yang didalamnya terdapat unsur masyarakat dengan kelompok usia milenial.

Para relawan demokrasi tersebut nantinya akan mensosialisasikan terkait hal-hal tentang kepemiluan. Dalam hal kelompok milenial, nantinya para relawan demokrasi akan masuk ke dalam komunitas-kominitas kelompok usia milenial. Pasalnya, salah satu karakterisitik kelompok milenial ialah berkelompok.

"Kita sudah membentuk relawan demokrasi, itu berisi tokoh-tokoh dari berbagai kalangan salah satunya dari kalangan pemuda terus kalangan kelompok hobi untuk menjadi relawan demokrasi," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (12/1).

Baca juga: Pengamat: Milenial Punya Peran Penting Tentukan Kondisi Bangsa ke Depan

Menurutnya, saat ini KPU Kabupaten/Kota sedang melakukan rekrutmen relawan demokrasi. Nantinya, salah satu yang diorientasikan oleh relawan demokrasi adalah selain sosialisasi kepemiluan ada pula pendidikan terkait literasi informasi.

Salah satu hal penting untuk diketahuai ialah terkait hoaks kepemiluan. Dalam hal ini, pihaknya akan mensosialisasikan terkait data-data yang valid dan dapat diakses oleh publik terkiat kepemiluan.

"Termasuk upaya kita memerangi berita hoaks yang menggunakan pemanfaatan medsos dari semua patform itu adalah hakikatnya kita memberikan sosialisasi sekaligus memberikan pendidikan kepada pemilih untuk membedakan mana informasi yang hoaks dan yang benar," ungkapnya.

Selain turun langsung, pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui platform media sosial dengan menyesuaikan konten sesuai karakter kelompok milenial.

Dirinya pun menuturkan, dalam hal peningkatan partisipasi masyarakat, pihak KPU sudah melakukan sosialisasi serta memfasilitasi beberapa kampanye peserta pemilu. Fasilitas yang diklaim oleh KPU ialah adanya pemasangan alat peraga kampanye peserta pemilu, penyebaran bahan kampanye, serta debat visi misi.

Untuk pemilu 2019, KPU menargetkan partisipasi masyarakat sebesar 77.5%. Pihaknya optimistis target tersebut dapat terpenuhi. KPU pun mendorong agar seluruh komponen masyarakat yang memiliki hak pilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti.

"Pemilu ini kan kepentingan nasional. Semua komponen bangsa berkepentingan dengan pemilu 2019, oleh karena itu mari kita berpartisipasi sesuai dengan peran masing-masing," ungkapnya.

Baca juga: Kelompok Milenial Tertarik dengan Bahasa Nonteknis

Dari data yang dikeluarkan oleh KPU, pada pemilu 2019 mendatang ada sebanyak 17.501.278 orang pemilih dengan usia 17-20 tahun yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2819. Kemudian rentang usia 21-30 ada sebanyak 42.843.792 orang.

Jika ditotalkan kelompok usia milenial yakni usia 17-30 tahun berjumlah 60.345.070 atau lebih dari 30% dari total DPT yang berjumlah 192.828.520.

Sementara untuk rentang usia 31-40 ada sebanyak 43.407.156, usia 41-50 sebanyak 37.525.537, usia 51-60 sebanyak 26.890.997 serta usia 60 ke atas sebanyak 22.601.569. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More