Bermusik untuk Anak Penderita Kanker

Penulis: Hilda Julaika Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 10:50 WIB Weekend
Bermusik untuk Anak Penderita Kanker

MI/Permana

MELALUI mereka makna berbagi tidak harus diidentikkan dengan kekayaan yang melimpah.

Mereka membuktikan berbagi bisa segera dilakukan dengan sesuatu yang sederhana dan melalui apa pun yang dimiliki dalam diri.

Tak mengenal batas usia maupun kekayaan, orang-orang di bawah ini dengan tulus memiliki kepedulian untuk berbagi kepada sesama dengan cara yang unik dan menghibur. Berikut Kick Andy merekamnya dalam episode Tangan Kecil Berbagi.

 

Moby dan Sade Bermusik untuk Anak Penderita Kanker

MELIHAT dua anak ini, kita semakin diyakinkan bahwa untuk membantu sesama tidak harus menunggu kaya dan tidak memandang usia. Keduanya membuktikan bahwa berbagi terhadap sesama bisa dimulai dari hal yang sederhana dan paling dekat dengan diri kita. Seperti dua saudara ini yang bermusik. lalu hasil uangnya disumbangkan untuk orang-orang yang memerlukan seperti anak penderita kanker hingga penggalangan dana bagi korban bencana.

Eugene De Moby Montaro dan Eugenea De Sade Basia rupanya merupakan anak dari sutradara video klip dan film Indonesia, Eugene Panji dan Meilany Runtuwene.

Mereka sudah dikenalkan dengan dunia musik sejak usia 4 tahun melalui piano. Musik khas mereka yang ditampilkan ialah musik jazz yang terinspirasi dari The Beatles. Mereka sering mengamen dan uangnya disumbangkan bagi mereka yang dibutuhkan. "Kita ngamen supaya kita bisa mendonasikannya kepada anak-anak penderita kanker di Indonesia," jawab Sade ketika ditanya alasannya ingin mengamen.

Mereka mengawali kegiatan mengamennya ini melalui acara car free day yang ada di Jakarta. Setelah itu, semakin berkembang dengan melakukan kerja sama dengan bioskop CGV.

Kakak beradik ini mengamen tepat di lobi CGV. Dimulai dengan menyimpan wadah gitar di hadapan mereka, lalu menggunakan poster yang tertulis bahwa mereka melakukan ini untuk berdonasi dan mereka menyanyi.

"Sampai sekarang yang terkumpul kurang lebih Rp50 juta," ujar Moby dan Seda bersamaan.

Mereka sudah melakukan kegiatan bermusik untuk amal sejak Juni 2018. Sade mengatakan merasa empati dengan anak-anak penderita kanker sehingga sangat merasa ikhlas dan senang saat uang hasil bermusiknya disumbangkan kepada mereka. Mereka menyumbangkan donasi, tepatnya kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan sempat juga menggalang dana untuk korban bencana di Lombok, Palu, dan Donggala. Sade sudah terbiasa untuk berdonasi, di sekolahnya kerap dilakukan pemberian sumbangan tidap murid yang nantinya disalurkan ke panti asuhan atau panti jompo.Sementara itu, Moby menceritakan pengalamannya yang membuatnya tersentuh untuk berbagi. "Saya pernah nangis waktu ada anak di panti asuhan yang meluk saya dan nangis waktu mau pulang. Saya jadi ikut terharu dan nangis," cerita Moby.

Eugene menanamkan nilai-nilai kepedulian dari hal-hal yang sederhana kepada anak-anaknya. Dirinya selalu mengajak anak-anaknya untuk tidak menunda dalam melakukan kebaikan. Ketika kita memiliki sebuah rencana untuk melakukan kebaikan, harus segera dieksekusi.

Baginya kebaikan sifatnya sederhana, seperti menyapa teman, tersenyum, dan juga melalui talenta yang Tuhan berikan kepada manusia.

"Dan untungnya pendidikan di rumah dengan sekolah mereka terintegrasi. Jadi apa yang kami tanamkan mengenai kebaikan di rumah, lalu di sekolah juga diterapkan dan diintegrasikan. Kebaikan itu seperti napas, sederhana, dan tidak mengharap apa-apa," ujar Eugene.

Meilany pun mengakui bahwa anak-anaknya ini terdorong untuk melakukan kebaikan dan berkompetisi dengan orangtuanya untuk menerapkan kebaikan dalam hidup.

Meilany dan Eugene selalu menerapkan konsep learning by doing. Kita melihat, lalu menganalisis, dan berdiskusi.

Artinya, terjadi proses pelibatan dengan anak agar lebih memahami prosesnya.

Bagi Eugene, kebaikan itu sifatnya candu. Sekali kita sudah melakukannya, akan ketagihan untuk terus melakukannya.

Dirinya menceritakan bahwa dulu pernah membantu memindahkan kuburan saudaranya.

Lalu, ia menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa jangan sampai kita sudah digigiti belatung tetapi belum melakukan kebaikan apa pun. Moby dan Sade pun ingin terus melakukan kebaikan lewat musik.

"Sekarang kami lagi proses membuat album kita sendiri, album pertama dan kemungkinan akan rilis Februari dan Maret. Kita akan mendonasikan semua uang yang kita dapat untuk pendidikan. Karena kita sering melihat anak-anak di jalanan yang tidak sekolah, jadi kita mau bantu mereka bisa belajar," tutup Moby.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More